16 Agustus 2018 08:46 wib

Program Studi Sosiologi Agama bekerjasama dengan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara mengembangkan kualitas dosen-dosen untuk melakukan penelitian dan publikasi yang akan dimuat di jurnal-jurnal internasional terindeks Scopus. Ini dilakukan bukan semata untuk pengembangan karir akademik sebagai dosen, lebih dari itu untuk penyebaran pengetahuan berskala dunia Internasional yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi bagi perubahan masyarakat global.

Dekan FIS UIN Sumut yang diwakili oleh Wakil Dekan I FIS UIN Sumut, Dr Muhammad Dalimunte, M.Hum dalam sambuatnnya mengatakan kegiatan ini sesuai dengan visi Internasionalisasi UIN SU yang digagas oleh Rektor Prof. Dr. KH. Saidurrahman, kemudian direalisasikan dalam kerja fakultatif oleh Dekan FIS Prof. Dr. Ahmad Qorib. 

mewakili Dekan FIS, Dr.Dalimunte, M.Hum sekalu Wakil Dekan I mengatakan kegiatan ini merupakan kebutuhan bagi dosen-dosen FIS UIN Sumut serta akademisi yang lain untuk meningkatkan keterampilan akademik dalam mendesain penelitian dan membangun jejaring penelitian.

“ Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini, apalagi narasumbernya merupakan dosen yang berpengalaman, kami sesungguhnya haus akan ilmu terutama berkaitan dengan penguatan riset ilmiah internasional” ujar Dr Dalimunte, M.Hum yang didampingi oleh Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Dr Hasan Sazali dan Ketua prodi Sosiologi Agama, Dr.Irwansyah, M.Ag.

Hadir sebagai narasumber , Dicky Sofjan, Ph.D yang merupakan dosen Universitas Gajah Mada dan juga aktif di Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS). Selain itu juga aktif sebagai penulis, reviewer, dan narsumber internasional dan publikasi internasional.

Dicky Sofjan, PhD mengatakan dalam melakukan riset ilmiah internasional, banyak peneliti yang belum dapat menentukan judul yang tepat, begitu juga dalam penulisan abstrak yang menarik, agar dapat diterima dan dipublikasi.

“ Peneliti harus dapat membedakan antara social problem dengan research problem, karena kedua hal tersebut berbeda, kebanyakan riset justru mengarah ke social problem, “ ujar Dicky Sofjan.

Oleh sebab itu, sebuah riset yang baik dan berkualitas harus dimulai dengan ide yang besar, kemudian observasi yang kuat. Adapun prinsip-prinsip dasar riset antara lain sebuah riset harus bisa digeneralisasikan, dapat direplikasikan dan riset memungkinkan untuk dikritisi dan dipersalahkan dalam konteks akademik.

Hadir dalam kegiatan tersebut dosen-dosen FIS UIN Sumut, USU, UMSU, UNIMED , mahasiswa, dan para tamu undangan lainnya.