17 Oktober 2018 13:54 wib

Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan NGO Internasional KNCV dan USAID  melaksanakaan pelatihan bagi kader-kader kesehatan di Seluruh Puskesmas yang ada di Kota Medan. Kegiatan ini dalam rangka mencetak kader-kader Puskesmas yang dapat bekerja sama dengan petugas kesehatan dan masyarakat dalam penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB), HIV.AIDS di Kota Medan dan sekitarnya, pada tanggal 9-11 Oktober 2018.

 

Koordinator pelatihan Sumut KNCV, Ridha Yuanita mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari social funding dari KNCV dan USAID dalam rangka menekan penyebaran penyakit TB di Kota Medan dan secara umum di Indonesia. Dimana Indonesia merupakan peringat TB kedua angka penderitanya di dunia. Maka dalam penanggulangannya tidak hanya melibatkan petugas kesehatan dalam aspek klinis, namun juga aspek sosial, budaya, pendidikan, dan juga politik.

 

“Salah satu fasilitator nasional diluar petugas kesehatan yang sudah dilatih ialah pak Rholand Muary, beliau yang akan mendampingi beberapa Puskesmas untuk melatih kader-kadernya untuk aktif dalam penanggulangan  TB di Kota Medan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Rholand Muary yang juga dosen Sosiologi Agama FIS UIN Sumut mengatakan, dalam aspek kesehatan, orang yang terkena TB dan HIV/AIDS tidak hanya fakor klinis yang menyebabkannya namun juga ada kerangka Sosiologis yang berkaitan dengan perilaku masyarakat, budaya dan kebiasaan individu dan sekolompok masyarakat, Maka dalam penanganannya tidak dapat hanya dilakukan oleh petugas kesehatan namun juga pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan lain lain.

 

“ Salah satu wujud nyata dalam hal advokasi Sosial  penanggulagan TB yang berhasil kita lakukan bersama masyarakat lintas sektor yakni dengan dikeluarkannya Peraturan Walikota (Perwal) Kota Medan tentang Penanggulangan TB , artinya Pemko Medan juga peduli dengan kehidupan sosial kesehatan warganya,” ujarnya. RM