11 Februari 2020 14:51 wib

Mahasiswa Program studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Alinasi Sumut Bersatu (ASB). Acara ini dimulai pada tanggal 2-7 Februari, dimana 4 orang mahasiswa/i Sosiologi Agama UINSU menjadi peserta pelatihan Pluralisme angkatan VIII yaitu Eva Indriani, Ahmad Reza Manik, Hasyim, M. Bagoes Soejiwo.

Selain menjadi peserta ada 2 orang mahasiswa/i Sosiologi Agama yang menjadi panitia dalam acara ini yaitu Laila Santri Manik dan Novriyal Ilham.

Ada 2 metode belajar yang digunakan pada pelatihan ini, yaitu yang pertama metode belajar di kelas, dan yang kedua live in bersama orang tua asuh yang berbeda keyakinan. Pelatihan Pluralisme angkatan VIII ini diselenggarakan Aliansi Sumut Bersatu (ASB) dan The Asia Foundation.

Pada kesempatan kali ini Eva Indriani mendapat orang tua asuh yang beragama Kristen Katolik, Reza Manik, Bagoes mendapat orang tua asuh di Ahmadiyah, dan Hasim mendapat orang tua asuh yang beragama Baha'i.
Peserta pelatihan Pluralisme angkatan VIII mendapatkan kesempatan live in selama 3 hari 2 malam.

"Banyak yang saya dapatkan ketika live in. Salah satunya adalah merasakan keindahan ketika tinggal bersama yang berbeda keyakinan. Misalnya saja sewaktu kami berdoa sebelum makan terlihat sekali kami berdoa dengan keyakinan masing-masing. Betapa indahnya jika Indonesia seperti itu. Tidak ada lagi konflik antar agama, suku" ujar Eva.

Selain itu Ketua Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut, Dr. Irwansyah mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi kegatan yang sangat bagus untuk menambah kemampuan mahasiswa Sosiologi Agama untuk mengenalkan keberagaman dan ASB menjadi mitra prodi Sosiologi Agama. 

" Saya juga diminta untuk menjadi orang tua asuh bagi peserta yang lain dan menginap di rumah saya, mudah-mudahan bermanfaat dan kegiatan ini dapat terus berkesinambungan, " katanya

hd porn