Medan, 19 September 2026 — Program Studi Sosiologi Agama bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara, menyelenggarakan Olimpiade Sosiologi 2026 tingkat regional Sumatera Utara, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang dipusatkan secara luring di Kampus IV UIN Sumatera Utara tersebut diikuti 420 siswa SMA/MA sederajat dari 50 sekolah di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Mengusung tema “Merawat Keberagaman, Menguatkan Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045”, Olimpiade Sosiologi 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk mengembangkan pengetahuan dan minat terhadap ilmu Sosiologi sekaligus memperkenalkan Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara kepada siswa tingkat sekolah menengah.
Selain olimpiade, rangkaian kegiatan juga menghadirkan kompetisi content creator yang dilaksanakan secara daring melalui media sosial. Kegiatan turut dirangkai dengan Workshop Guru Sosiologi yang diikuti guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Sumatera Utara. Workshop mengangkat tema “Guru Sosiologi di Era AI: Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran” dengan menghadirkan Dekan FIS UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Mesiono, M.Pd., dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Retno Sayekti, M.LIS., sebagai narasumber.
Ketua Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara, Neila Susanti, M.Si., mengatakan bahwa Olimpiade Sosiologi 2026 merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi Agama. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menumbuhkan semangat pelajar dalam mempelajari dan mencintai ilmu Sosiologi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Program Studi Sosiologi Agama kepada calon mahasiswa.
“Program Studi Sosiologi Agama ada di UIN Sumatera Utara, dan kami menyambut hangat mahasiswa dengan latar belakang agama yang berbeda untuk menjadi mahasiswa di sini,” ujar Neila.
Ia menambahkan, Program Studi Sosiologi Agama membuka kesempatan bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan dan memperdalam kajian Sosiologi Agama di Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara. Neila juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mencapai 420 siswa dari 50 sekolah.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Mesiono, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Olimpiade Sosiologi 2026, kompetisi content creator, serta Workshop Guru Sosiologi se-Sumatera Utara. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah. “Ini merupakan bagian dari ekosistem pendidikan yang mendekatkan perguruan tinggi dan sekolah,” kata Mesiono.
Dekan juga memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan prestasi peserta. Ia menyampaikan bahwa siswa yang berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Sosiologi akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti jalur prestasi pada Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara.
“Para juara siswa-siswinya kita perjuangkan untuk masuk jalur prestasi ke Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara,” ujarnya.
Selain memperoleh sertifikat, piala, medali emas, perak, dan perunggu, para peraih juara juga mendapatkan uang pembinaan serta golden ticket untuk mengikuti jalur prestasi pada Program Studi Sosiologi Agama. Hal ini menjadi bagian dari komitmen panitia agar penyelenggaraan olimpiade tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi dapat memberikan tindak lanjut bagi pengembangan pendidikan peserta.
Dalam Olimpiade Sosiologi 2026, sebanyak 50 peserta memperoleh medali emas, perak, dan perunggu. Juara III diraih Paskalia Salsalina br. Perangin-angin dari SMA Santo Thomas 1 Medan. Juara II diraih Mhd. Raffa Pratama Rahdiansyah dari SMAS Harapan 3, sedangkan Juara I diraih M. Raffi dari Wiyata Dharma. Adapun predikat juara umum diraih oleh MAN 2 Model Medan. Para juara juga memperoleh uang pembinaan. Juara I mendapatkan Rp1.000.000, juara II Rp750.000, dan juara III Rp500.000 yang diberikan oleh Yayasan Sumatera Utara Bergiat.
Sementara itu, pada kompetisi content creator, juara I diraih oleh SMAN 15 Medan, sedangkan juara II dan III diraih oleh SMA Buddhis Bodhicitta. Juara I memperoleh uang pembinaan Rp1.000.000, juara II Rp750.000, dan juara III Rp500.000 yang diberikan oleh Dekan FIS UIN Sumatera Utara.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni dan kreativitas mahasiswa yang dipersembahkan oleh HMJ Sosiologi Agama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi peserta dan mahasiswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus membangun suasana akademik yang interaktif.
Pelaksanaan Olimpiade Sosiologi 2026 merupakan hasil kolaborasi Program Studi Sosiologi Agama dan HMJ Sosiologi Agama dengan Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI), Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Wilayah Sumatera Utara, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Sumatera Utara, dengan dukungan Yayasan Sumatera Utara Bergiat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kepala Laboratorium, Kepala Bagian Tata Usaha, dosen, serta sivitas akademika FIS UIN Sumatera Utara. Hadir pula Manajer Operasional POSI Doni Hariadi, S.T., Ketua ISI Wilayah Sumatera Utara Rusdi, M.Sos., Ketua MGMP Sosiologi Cabdis I Sumatera Utara Ikhwan Rivai Purba, M.Si., serta perwakilan Yayasan Sumatera Utara Bergiat Dr. Fuad Perdana Ginting, M.IP.
Melalui penyelenggaraan Olimpiade Sosiologi, kompetisi content creator, dan Workshop Guru Sosiologi, Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk memperkuat jejaring pendidikan antara perguruan tinggi, sekolah, guru, dan organisasi profesi sekaligus membuka ruang pengembangan minat dan prestasi siswa dalam bidang Sosiologi.
Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut Dukung Perlindungan dan Akses PendidikanTinggi bagi Pengungsi
Medan, 6 Agustus 2026. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan perlindungan kelompok rentan dengan turut berpartisipasi dalam kegiatan “Advocacy and Refresher Session on Refugee Protection and Access to Higher Education with Academia” yang diselenggarakan oleh United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia, Kamis (6/8/2026), di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan.
Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut diwakili oleh Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama, Rholand Muary, M.Si. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Program Studi Sosiologi Agama terhadap upaya perlindungan pengungsi sekaligus penguatan akses pendidikan tinggi bagi mereka sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar dan nilai-nilai kemanusiaan.


Partisipasi tersebut juga mencerminkan perhatian Prodi Sosiologi Agama terhadap berbagai persoalan sosial kontemporer yang tidak hanya berkembang pada tingkat lokal dan nasional, tetapi juga berkaitan dengan dinamika masyarakat global. Isu pengungsi tidak semata-mata berkaitan dengan aspek hukum dan kebijakan, tetapi juga menyangkut persoalan integrasi sosial, penerimaan masyarakat, identitas, keberagaman budaya, pendidikan, serta pemenuhan hak-hak kelompok rentan.
Kegiatan yang diinisiasi UNHCR Indonesia tersebut mempertemukan akademisi dan perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara dalam sebuah forum dialog, pembelajaran, dan pertukaran pengalaman mengenai perlindungan pengungsi serta peluang memperluas akses mereka terhadap pendidikan tinggi. Dalam forum tersebut, para peserta memperoleh pemahaman terkini mengenai prinsip-prinsip perlindungan pengungsi, hak-hak dasar pengungsi, perkembangan kebijakan di Indonesia, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada kelompok pengungsi. Perguruan tinggi dipandang memiliki posisi strategis untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih inklusif sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap persoalan kemanusiaan.
Protection Associate United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Oktina Hafanti, mengatakan dunia akademik dapat mengambil peran lebih besar dalam membuka ruang belajar dan pemberdayaan bagi pengungsi. Sejumlah praktik baik dari perguruan tinggi turut dibahas, mulai dari penyediaan program akademik, pelatihan keterampilan, penguatan kapasitas, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan yang memungkinkan pengungsi tetap memperoleh kesempatan mengembangkan diri.
Selain itu, peserta juga mendiskusikan berbagai tantangan yang masih dihadapi pengungsi dalam memperoleh akses pendidikan tinggi, seperti persoalan administrasi, pengakuan dokumen pendidikan, regulasi, hingga kebutuhan akan lingkungan kampus yang inklusif tanpa membedakan latar belakang kebangsaan maupun status kewarganegaraan.
Sekretaris Prodi Sosiologi Agama, Rholand Muary, M.Si. mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dalam isu pengungsi penting untuk terus diperkuat. Bagi Program Studi Sosiologi Agama, persoalan pengungsi memiliki dimensi sosial yang luas karena berkaitan erat dengan kehidupan kelompok rentan, relasi sosial, keberagaman, solidaritas, serta kemampuan masyarakat dalam menerima individu maupun kelompok dengan latar belakang berbeda.
Kehadiran Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan akademik dan moral kepada para pengungsi, khususnya dalam memperjuangkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. Pendidikan menjadi salah satu instrumen penting agar para pengungsi dapat terus mengembangkan kapasitas, membangun kemandirian, dan memiliki harapan terhadap masa depan yang lebih baik.
Melalui partisipasi dalam forum bersama UNHCR Indonesia ini, Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam diskusi dan kerja-kerja akademik yang berkaitan dengan isu sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas antara perguruan tinggi, organisasi internasional, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif, berkeadilan, toleran, dan memiliki kepedulian terhadap kelompok rentan. (RM)
ASAGI Gelar MUNAS dan Kongres 2026 di UIN Sunan Kalijaga, Prodi Sosiologi Agama UIN Sumut Perkuat Jejaring Nasional
Yogyakarta — Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara turut berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Nasional (MUNAS) dan Kongres Sosiologi Agama Indonesia (KSA) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3–4 Agustus 2026. Kegiatan nasional ini mengusung tema “Agama di Era Disrupsi Digital: Transformasi Religiositas, Otoritas, dan Solidaritas Sosial di Indonesia.”
Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara diwakili oleh Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M.Si., dan Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama, Rholand Muary, M.Si. Kehadiran delegasi ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Sosiologi Agama UIN Sumatera Utara dalam memperkuat jejaring akademik, kelembagaan, serta pengembangan keilmuan Sosiologi Agama di tingkat nasional.




MUNAS ASAGI 2026 menjadi forum penting bagi seluruh anggota ASAGI untuk melakukan konsolidasi organisasi, mengevaluasi perjalanan kepengurusan sebelumnya, menyusun arah program kerja, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi pengembangan organisasi ke depan. Agenda MUNAS mencakup pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus, sidang komisi, pembahasan AD/ART, program kerja, rekomendasi organisasi, hingga pemilihan kepengurusan ASAGI periode berikutnya.
Dalam proses pemilihan Ketua Umum ASAGI periode 2026–2028, forum MUNAS menetapkan Dr. Adib Sofia, M.Hum. sebagai Ketua Umum ASAGI terpilih. Dr. Adib Sofia merupakan dosen Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang selama ini aktif dalam pengembangan kajian Sosiologi Agama dan penguatan jejaring akademik. Terpilihnya kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa ASAGI semakin berkembang sebagai organisasi akademik yang berperan dalam memperkuat kajian Sosiologi Agama di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, ASAGI menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dr. Sehat Ihsan Shadiqin, M.A., dosen Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry Banda Aceh, atas dedikasi dan pengabdian beliau selama menjabat sebagai Ketua Umum ASAGI periode 2024–2026. Kepemimpinan Dr. Sehat Ihsan Shadiqin telah memberikan kontribusi penting dalam memperkuat organisasi, membangun komunikasi antarprogram studi, serta mendorong pengembangan keilmuan Sosiologi Agama di Indonesia.
Selain agenda organisasi, Kongres Sosiologi Agama Indonesia menjadi ruang akademik bagi para perwakilan program studi dan akademisi dari berbagai daerah untuk mempresentasikan perkembangan serta kekhasan kajian Sosiologi Agama di wilayah masing-masing. Forum ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan dalam merumuskan agenda riset nasional dan peluang kerja sama akademik antarperguruan tinggi.
Melalui tema besar mengenai agama di era disrupsi digital, peserta Kongres mendiskusikan berbagai perubahan sosial-keagamaan yang terjadi dalam masyarakat, mulai dari transformasi pola keberagamaan, perubahan otoritas keagamaan, hingga perkembangan ruang digital sebagai arena baru interaksi sosial dan keagamaan. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan keilmuan Sosiologi Agama saat ini yang semakin membutuhkan pendekatan kritis dan kontekstual.
Ketua Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara, Neila Susanti, M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan dalam forum nasional ASAGI merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Program Studi Sosiologi Agama UIN Sumatera Utara dalam jejaring keilmuan nasional. Sementara itu, Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama, Rholand Muary, M.Si., menambahkan bahwa hasil MUNAS dan Kongres dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan kurikulum, penelitian, serta kerja sama akademik di tingkat program studi.
Kegiatan MUNAS dan Kongres ASAGI 2026 diharapkan mampu menghasilkan penguatan kelembagaan, agenda kerja sama riset, serta rekomendasi strategis bagi perkembangan Sosiologi Agama di Indonesia. Melalui forum ini, Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, memperluas jejaring akademik, dan memperkuat peran Sosiologi Agama dalam membaca dinamika sosial masyarakat Indonesia. RM
Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut Gandeng POSI Gelar Olimpiade Sosiologi 2026
Medan. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) terus memperluas jejaring kerja sama sekaligus mendorong penguatan minat generasi muda terhadap ilmu sosiologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) dalam penyelenggaraan Olimpiade Sosiologi Tahun 2026 bagi siswa jenjang SMA/MA/SMK.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerja Sama Nomor 709/2/PKS/POSI/VII/2026 yang disepakati pada 23 Juli 2026. Dalam perjanjian tersebut, POSI diwakili oleh Direktur Fahruroji, S.Pd., M.M., sedangkan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara diwakili oleh Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M.Si.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut dalam memperkenalkan kajian sosiologi secara lebih luas kepada siswa sekolah menengah. Melalui kompetisi akademik, para peserta diharapkan tidak hanya menguji kemampuan dan pengetahuan, tetapi juga semakin memahami pentingnya perspektif sosiologis dalam membaca berbagai fenomena yang berkembang di tengah masyarakat.



Olimpiade Sosiologi 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring dengan menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Dalam kerja sama tersebut, POSI memiliki peran dalam penyusunan soal berbentuk pilihan ganda beserta pembahasan untuk bidang Sosiologi jenjang SMA/MA/SMK, penyediaan dan penggandaan soal serta LJK, hingga pemeriksaan jawaban dan penyampaian hasil ujian peserta. Sementara itu, pihak FIS UIN Sumut berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan data peserta sesuai jadwal yang telah disepakati.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat posisi Program Studi Sosiologi Agama sebagai program studi yang tidak hanya berfokus pada aktivitas pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga aktif membangun hubungan dengan berbagai lembaga eksternal serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan sosiologi di tingkat sekolah menengah. Melalui Olimpiade Sosiologi, Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut ingin menghadirkan ruang kompetisi akademik yang dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis, analitis, dan peka terhadap berbagai realitas sosial. Sosiologi tidak hanya dipahami sebagai mata pelajaran di sekolah, tetapi juga sebagai ilmu yang membantu generasi muda memahami perubahan sosial, keberagaman, interaksi masyarakat, hingga berbagai persoalan sosial yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi bersama POSI juga menjadi bagian dari upaya Prodi Sosiologi Agama dalam memperluas rekognisi dan eksistensi keilmuan sosiologi di tengah masyarakat. Melalui kegiatan kompetitif dan edukatif seperti olimpiade, siswa SMA/MA/SMK memiliki kesempatan untuk mengenal dunia akademik sosiologi secara lebih dekat sekaligus mengembangkan potensi serta kemampuan intelektual mereka.
Sebagai lembaga yang bergerak dalam pelayanan kegiatan kompetisi dan olimpiade serta pelatihan persiapan kompetisi sains, POSI dan FIS UIN Sumut sepakat untuk saling mendukung penyelenggaraan Olimpiade Sains Tahun 2026. Kesepakatan tersebut dilaksanakan dengan prinsip saling menghormati bidang dan kegiatan masing-masing pihak.
Melalui penyelenggaraan Olimpiade Sosiologi 2026, Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut berharap dapat menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap ilmu sosial, menjaring siswa-siswa yang memiliki potensi di bidang sosiologi, serta membangun hubungan yang semakin erat antara perguruan tinggi dengan sekolah-sekolah di Sumatera Utara dan daerah lainnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi awal bagi lahirnya berbagai program kolaboratif lain antara Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut dan POSI, khususnya dalam pengembangan kompetisi akademik, pendidikan, dan kegiatan yang dapat meningkatkan literasi sosial di kalangan generasi muda. (RM)
HMJ Sosiologi Agama UINSU Gelar Upgrading dan Rapat Kerja Periode 2026–2027
Medan, 9 Mei 2026. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melaksanakan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) untuk periode 2026–2027 di Aula Kantor Desa Tuntungan II pada Sabtu (09/05/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Solidaritas, Membangun HMJ SA Berkualitas” ini diikuti seluruh pengurus baru dan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.






Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas, pemahaman organisasi, dan membangun sinergi antar pengurus. Melalui upgrading, para pengurus mendapatkan pembekalan mengenai tanggung jawab organisasi, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antar anggota. Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama, Rholand Muary, S.Sos., M.Si, yang menyampaikan, “Kepemimpinan bukan hanya tentang mengarahkan, tetapi juga bagaimana mengelola perbedaan dan konflik dengan bijaksana demi kepentingan organisasi.”
Materi pertama yang disampaikan oleh Rholand Muary mengangkat tema “Kepemimpinan dan Manajemen Konflik”. Beliau menekankan pentingnya membangun jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab, adaptif, dan mampu menciptakan suasana organisasi yang harmonis dan produktif.
Materi kedua membahas Job Desk Kepengurusan yang dipaparkan oleh Faiz Afza Ihsan. Ia menjelaskan tugas, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing bidang serta departemen dalam struktur HMJ. “Pemahaman terhadap job desk sangat penting agar setiap pengurus dapat bekerja sesuai tugas pokoknya, serta berkoordinasi secara efektif dengan bidang lain,” ujar Faiz.
Materi ketiga mengupas SPPPK (Strategi Perencanaan Pengembangan Program Kerja) oleh Devin Shafiq Permana. Devin menekankan pentingnya perencanaan matang, sasaran jelas, indikator keberhasilan terukur, dan strategi pelaksanaan yang efektif. “Setiap program harus memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan jurusan, bukan sekadar formalitas,” jelas Devin.
Setelah seluruh materi selesai, peserta aktif berdiskusi dan bertanya, menampilkan antusiasme tinggi terkait kepemimpinan, pembagian tugas, dan strategi pengembangan program kerja HMJ Sosiologi Agama periode 2026–2027. Acara kemudian ditutup dengan Rapat Kerja, di mana setiap bidang menetapkan program-program kerja sebagai pedoman pelaksanaan selama satu periode kepengurusan.
Melalui kegiatan ini, HMJ Sosiologi Agama UINSU menargetkan penguatan kapasitas pengurus, solidaritas, dan komitmen yang tinggi dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, HMJ Sosiologi Agama diharapkan mampu menjadi organisasi aktif, berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa, jurusan, fakultas, dan masyarakat luas.
Alumni Sosiologi Agama UIN Sumut Tuntaskan Program Maganghub Kemnaker di Lapas Kelas I Medan
Medan. Tiga alumni Program Studi Sosiologi Agama UIN Sumatera Utara berhasil menyelesaikan program Maganghub Batch II yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Program ini diperuntukkan bagi lulusan baru (fresh graduate) dengan masa lulus maksimal satu tahun, sebagai sarana memperoleh on‑the‑job training sekaligus meningkatkan keterampilan profesional.





Alumni angkatan 2021, yakni Putri Rahayu, Asmih Arisah Harahap, dan Susilawati, mengikuti program magang selama enam bulan. Putri Rahayu ditempatkan di Lapas Kelas I Medan, Asmih Arisah di Lapas Kelas II Padang Sidempuan, dan Susilawati di Lapas Kelas II Pancur Batu, Deli Serdang.
“Saya mendaftar sebagai sosiolog di Lapas Kelas I Medan dengan kuota empat orang. Setelah melalui proses screening CV, saya terpilih menjadi salah satu peserta magang,” ujar Putri Rahayu.
Program magang berlangsung dari 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026, dengan berbagai manfaat bagi peserta, termasuk uang saku sesuai UMK daerah penempatan, sertifikat resmi dari Kemnaker, sertifikasi BNSP gratis, serta pengalaman profesional langsung di lapas.
Program Maganghub secara resmi dibuka oleh Kemnaker sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja. Program Maganghub Batch II menawarkan puluhan ribu lowongan magang nasional bagi lulusan perguruan tinggi, sebagai kesempatan pengalaman kerja nyata dan penguatan kompetensi sebelum masuk ke pasar kerja formal.
Di Lapas Kelas I Medan, total peserta magang mencapai 45 orang dari berbagai jurusan dan posisi. Hari pertama magang diisi dengan apel pagi dan penandatanganan perjanjian pemagangan kinerja 2025, yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Bapak Herry Suhasmin, di Aula Gedung II. Pada hari kedua, peserta ditempatkan sesuai bidang yang telah dipilih. Putri Rahayu bertugas di bidang pembinaan warga binaan, yang memberikan pengalaman penting dalam memahami dinamika pemasyarakatan.
Selain kegiatan rutin, peserta magang juga mendapatkan pembekalan fisik dan keterampilan, seperti olahraga bela diri modern. Kegiatan ini dilaksanakan Jumat, 30 Januari 2026, di Aula Gedung II lantai 2 Lapas Kelas I Medan, untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri, ketangkasan, dan kebugaran peserta.


Semangat kepedulian sosial juga diwujudkan selama bulan suci Ramadhan. Pada 28 Februari 2026, klinik Lapas Kelas I Medan meningkatkan layanan kesehatan melalui pemeriksaan dan monitoring kondisi fisik warga binaan. Selain itu, pada 16 Maret 2026, Lapas Kelas I Medan menggelar kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama pelaku UMKM di lingkungan lapas, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar.
Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M.Si, menyambut baik program ini. “Program magang seperti ini sangat bermanfaat bagi alumni kami karena dapat mendekatkan mereka pada dunia kerja dan memberikan pengalaman nyata di lapangan,” ujarnya. Program Maganghub Kemnaker tidak hanya menyiapkan lulusan baru untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga memberikan kesempatan mengasah keterampilan sosial, profesional, dan kepemimpinan di lingkungan nyata, sesuai dengan fokus pengembangan lulusan berkualitas. RM
Prof. Dr. Irwansyah, M.Ag Dikukuhkan sebagai Guru Besar UINSU, Bahas Hubungan Antar Agama dan Pembelajaran dari Cina
Medan, 22 April 2026 – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan mencatat sejarah baru dalam perjalanan akademiknya melalui Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan dan Pelepasan Guru Besar. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gedung H. M. Arsyad Thalib Lubis, Kampus I Sutomo, Rabu, 22 April 2026.
Sidang senat terbuka tersebut menjadi momentum penting bagi UINSU dalam memperkuat tradisi akademik, riset, dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat. Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Nurhayati, dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukan sekadar pencapaian administratif atau simbol status sosial. Menurutnya, gelar tersebut merupakan amanah akademik dan moral untuk menjaga akal sehat publik.




Prof. Nurhayati menyampaikan bahwa para Guru Besar memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan arah bagi masyarakat di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi informasi, dan kecerdasan buatan yang bergerak cepat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritualitas Islam yang moderat.
Rektor juga mengingatkan bahwa akademisi tidak boleh hanya berada di ruang akademik, tetapi perlu hadir dalam kehidupan masyarakat. Para Guru Besar diharapkan mampu memberikan solusi konkret terhadap persoalan bangsa. Ia merujuk pada pesan Al-Qur’an Surah Al-Mujadalah ayat 11 tentang pengangkatan derajat bagi orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.
Salah seorang Guru Besar yang dikukuhkan ialah Prof. Dr. Irwansyah, M.Ag, dosen Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara. Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Irwansyah mengangkat tema “Satu Umat, Banyak Agama: Perspektif Akademik tentang Hubungan Antar Agama dan Pembelajaran dari Cina.”
Dalam pidato tersebut, Prof. Irwansyah menjelaskan hubungan antara kesatuan manusia dan keragaman keyakinan. Ia merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 213 yang menggambarkan prinsip kesatuan umat manusia, serta QS. Al-Kafirun yang menegaskan batas perbedaan iman. Dua prinsip tersebut menjadi dasar penting dalam memahami hubungan antar agama secara akademik.
Menurut Prof. Irwansyah, Indonesia merupakan laboratorium sosial yang penting bagi studi pluralisme. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, ratusan etnis, dan beragam agama, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam interaksi lintas iman. Namun, ia menegaskan bahwa kohesi sosial tidak selalu berjalan otomatis di tengah keberagaman. Kohesi sosial sangat dipengaruhi oleh faktor struktural, kebijakan publik, dan tata kelola ruang sosial.
Dalam analisisnya, Prof. Irwansyah menawarkan pendekatan tripartit dalam memahami agama. Pertama, perspektif genealogis yang melihat agama sebagai konstruksi historis. Kedua, perspektif teologis yang memahami agama sebagai respons eksistensial manusia terhadap yang transenden. Ketiga, perspektif sosiologis yang melihat agama sebagai institusi sosial yang membentuk solidaritas, norma, dan tindakan sosial.
Dari ketiga pendekatan tersebut, ia menyimpulkan bahwa agama memiliki tiga dimensi utama, yaitu sistem keyakinan, sistem ritus, dan sistem norma. Kesamaan struktur ini membuka ruang dialog antar umat beragama, sedangkan perbedaan substansi menjadi bagian dari dinamika sosial yang perlu dikelola secara adil dan bijak.
Prof. Irwansyah menegaskan bahwa tantangan utama hubungan antar agama tidak hanya terletak pada doktrin teologis, tetapi juga pada tata kelola ruang publik. Karena itu, hubungan antar agama membutuhkan pendekatan akademik, kebijakan yang inklusif, dan kerja sosial yang berkelanjutan.
Ia juga menawarkan lima agenda akademik-strategis. Agenda tersebut meliputi institusionalisasi literasi keagamaan berbasis riset, penguatan pusat studi lintas iman, transformasi dialog normatif menjadi kolaborasi sosial, rekonstruksi kebijakan publik berbasis keadilan inklusif, serta pengembangan kapasitas generasi muda dalam berpikir kritis dan pluralistik.
Dalam konteks tersebut, Prof. Irwansyah menilai UIN Sumatera Utara memiliki posisi strategis sebagai pusat pengetahuan dalam studi hubungan antar agama dan kawasan Asia, khususnya Cina. Indonesia dengan dasar Pancasila memiliki modal normatif dan historis untuk menjadi model global dalam pengelolaan pluralisme. Namun, potensi tersebut hanya dapat terwujud melalui kerja akademik yang sistematis, kritis, dan berkelanjutan.
Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UINSU menyambut baik pengukuhan Prof. Dr. Irwansyah, M.Ag sebagai Guru Besar. Capaian ini menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika Prodi Sosiologi Agama sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan prodi dalam kajian agama, masyarakat, pluralisme, dan hubungan antar umat beragama.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi dorongan baru bagi pengembangan riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik di lingkungan UINSU. Khususnya dalam memperkuat peran Sosiologi Agama sebagai disiplin ilmu yang relevan dalam membaca perubahan sosial, dinamika keberagamaan, dan tantangan kehidupan masyarakat multikultural. (RM)
Pembekalan dan Pelepasan PKL Mahasiswa Prodi SA
Deli Serdang. Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara melaksanakan pembekalan dan pelepasan mahasiswa untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2025-2026 di Aula FIS UIN Sumut, Selasa (06/01). Adapun mahasiswa yang akan melaksanakan PKL Berasal dari tiga Program Studi (Prodi) yang ada di FIS UIN Sumut yakni Ilmu Perpustakaan, Sejarah Peradaban Islam dan Sosiologi Agama.





Kepala Laboratorium FIS UIN Sumut, Rahmad Hidayat, M.Hi mengatakan dalam sambutannya bahwa pelaksanaan PKL pada tahun 2026 ini dilaksanakan mulai tanggal 07 Januari hingga 07 Febuary 2026 yang tersebar di beberapa instansi pemerintah, instansi swasta, Non Government Organization (NGO) dan ormas keagamaan.
Pembekalan dan pelepasan dalam kegiatan ini dibagi ke dalam dua sesi.
“ Pelaksanaan PKL ini selama satu bulan, porsinya setara dengan 4 SKS”, ujar Rahmad Hidayat, M.Hi.
Oleh sebab itu, dalam pelaksanaannya, harus memenuhi kaidah akademik, termasuk nantinya membuat laporan PKL mahasiswa. Untuk oleh sebab itu, dosen pada masing-masing Prodi juga ditugaskan sebagai dosen pamong untuk membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan PKLnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M.Si mengatakan bahwa khusus untuk program studi Sosiologi Agama pada tahun ini menugaskan sebanyak 37 mahasiswa yang akan melaksanaan PKL yang tersebar di 7 lembaga tidak hanya di kota Medan namun juga di luar kota Medan.
“ Tujuan PKL ini, memberikan memberikan peluang dan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan keterempilan yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan, “ ujar Neila Susanti, M.Si didampingi Sekretaris Prodi Sosiologi Agama, Rholand Muary, M,Si.
Neila menambahkan, dengan PKL ini diharapkan, mahasiswa memiliki nalar kritis, kreatif dan inovatif terhadap fenomena sosial keagamaan yang terjadi, sekaligus memiliki kepekaan sosial bagi pemecahan berbagai persoalan keagamaan.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara, Prof. Dr Mesiono, M.Pd yang diwakili oleh Wakil Dekan bidang kemahasiswaan, Yoserizal Saragih, M.Ikom dalam sambutannya menegaskan pentinnya menjaga akhlak dalam beraktivitas selama pelaksanaan PKL. Oleh sebab itu perlu berkomunikasi dengan baik kepada penanggung jawab di masing-masing lembaga dan tentunya meminta bimbingan pada dosen pamong masing masing. Acara dibuka oleh Wakil Dekan bidang kemahasiswaan dan dihadiri oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera utara dan ditutup dengan foto bersama. (RM)
