Pembekalan dan Pelepasan PKL Mahasiswa Prodi SA

Deli Serdang. Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara melaksanakan pembekalan dan pelepasan mahasiswa untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2025-2026 di Aula FIS UIN Sumut, Selasa (06/01). Adapun mahasiswa yang akan melaksanakan PKL Berasal dari tiga Program Studi (Prodi) yang ada di FIS UIN Sumut yakni Ilmu Perpustakaan, Sejarah Peradaban Islam dan Sosiologi Agama.

Kepala Laboratorium FIS UIN Sumut, Rahmad Hidayat, M.Hi mengatakan dalam sambutannya bahwa pelaksanaan PKL pada tahun 2026 ini dilaksanakan mulai tanggal 07 Januari hingga 07 Febuary 2026 yang tersebar di beberapa instansi pemerintah, instansi swasta, Non Government Organization (NGO) dan ormas keagamaan.
Pembekalan dan pelepasan dalam kegiatan ini dibagi ke dalam dua sesi.

“ Pelaksanaan PKL ini selama satu bulan, porsinya setara dengan 4 SKS”, ujar Rahmad Hidayat, M.Hi.

Oleh sebab itu, dalam pelaksanaannya, harus memenuhi kaidah akademik, termasuk nantinya membuat laporan PKL mahasiswa. Untuk oleh sebab itu, dosen pada masing-masing Prodi juga ditugaskan sebagai dosen pamong untuk membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan PKLnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M.Si mengatakan bahwa khusus untuk program studi Sosiologi Agama pada tahun ini menugaskan sebanyak 37 mahasiswa yang akan melaksanaan PKL yang tersebar di 7 lembaga tidak hanya di kota Medan namun juga di luar kota Medan.

Tujuan PKL ini, memberikan memberikan peluang dan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan keterempilan yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan, “ ujar Neila Susanti, M.Si didampingi Sekretaris Prodi Sosiologi Agama, Rholand Muary, M,Si.

Neila menambahkan, dengan PKL ini diharapkan, mahasiswa memiliki nalar kritis, kreatif dan inovatif terhadap fenomena sosial keagamaan yang terjadi, sekaligus memiliki kepekaan sosial bagi pemecahan berbagai persoalan keagamaan.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara, Prof. Dr Mesiono, M.Pd yang diwakili oleh Wakil Dekan bidang kemahasiswaan, Yoserizal Saragih, M.Ikom dalam sambutannya menegaskan pentinnya menjaga akhlak dalam beraktivitas selama pelaksanaan PKL. Oleh sebab itu perlu berkomunikasi dengan baik kepada penanggung jawab di masing-masing lembaga dan tentunya meminta bimbingan pada dosen pamong masing masing. Acara dibuka oleh Wakil Dekan bidang kemahasiswaan dan dihadiri oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera utara dan ditutup dengan foto bersama. (RM)

Program Studi Sosiologi Agama Melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) 2025

Medan. 17 Desember 2025 – Program Studi Sosiologi agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) 2025 dalam rangka penilaian kesesuaian pelaksanaan kegiatan akademik dan tata kelola dengan standar mutu yang ditetapkan SPMI, mengindentifikasi kelemahan atau ketidaksesuaian untuk memberikan rekomendasi perbaikan untuk memastikan komitmen menuju peningkatan mutu berkelanjutan. Adapun auditor yang melaksanakan AMI di Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut yakni Dr  Riri Syafitri Lubis, M.Si dan Dr Tri Niswati Utama, M.Kes. Sementara Tim Program Studi yang hadir Ketua Prodi, Neila Susanti, M.Si, Sekretaris Prodi, Rholand Muary, M.Si., Dosen Ahmad Yasser Effendi, M.A. dan staf prodi, Nadila.

Ketua Prodi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M,Si mengatakan bahwa kegiatan AMI ini merupakan kegiatan yang setiap tahunnya dilaksanakan untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan akademik di program studi. Adapun hasil dari AMI diharapkan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi perbaikan tindak lanjut di tahun berikutnya.

“  Pelaksanaan AMI sangat membantu bagi prodi Sosiologi Agama untuk memperbaiki apa saja yang masih kurang dari prodi, kami berkomitmen untuk memperbaiki mutu kualitas akademik di prodi, “ ujar Neila Susanti. RM

Manifest Social Camp 2025 Berlangsung Meriah

Deli Serdang. Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama (HMJ-SA) kembali menggelar acara Manifest Social Camp (MSC) secara rutin setiap tahun dengan mengusung tema “Satu Cerita Abadi Selamanya”. Kegiatan tahunan ini bertujuan memperkuat hubungan persaudaraan antara mahasiswa baru, panitia, dan alumni Program Studi Sosiologi Agama. Tahun ini MSC dilaksanakan di Villa Amigo Land, Tibrena Mekar Dua, Sibolangit, pada Jumat hingga Sabtu, 21-22 November 2025, dengan panitia dari mahasiswa angkatan 2024 dan dihadiri kurang lebih 80 mahasiswa/i baru.

Sebelum keberangkatan menuju lokasi acara, Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Ibu Neila Susanti, M.Si., memberikan sambutan hangat dan motivasi kepada seluruh peserta Manifest Social Camp (MSC) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama (HMJ-SA). Ibu Neila menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai momen untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa dan alumni serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam keluarga besar Sosiologi Agama FIS UINSU.

“Saya berharap kegiatan ini bukan sekadar perjalanan atau acara rutin tahunan, tetapi menjadi ruang belajar tentang arti kebersamaan dan keluarga. Melalui kegiatan ini, jagalah solidaritas, bangun kekompakan, dan ciptakan silaturahmi yang baik antara mahasiswa baru dan para senior. Karena pada akhirnya, kekuatan terbesar kita sebagai Sosiologi Agama bukan pada jumlah atau formalitas, tetapi pada rasa memiliki satu sama lain. Saya berpesan, selama kegiatan berlangsung, saling jaga, saling dukung, dan saling hormat. Jadikan tiga hari ini sebagai kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, membangun kepercayaan, dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang kelak akan menjadi pondasi perjalanan akademik dan organisasi kalian ke depan,” ujar Ibu Neila dalam kata sambutannya.

Setibanya di lokasi, para peserta diberikan waktu istirahat hingga menjelang waktu Magrib. Setelah itu mereka melaksanakan sholat Magrib dan makan malam bersama. Opening Ceremony dimulai pada pukul 21.00 WIB, rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UINSU. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta doa bersama sebagai pengantar suasana sakral dan penuh harapan. Opening ceremony resmi dibuka oleh Ketua HMJ-SA, Faiz Afza Ihsan, dengan semangat yang menggelora. Faiz mengajak seluruh peserta untuk aktif mengikuti rangkaian kegiatan demi membangun solidaritas dan rasa kekeluargaan yang erat.

“Semoga acara ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan panjang kita sebagai keluarga besar Sosiologi Agama. Semoga setelah hari ini, kita semakin solid, semakin mengenal satu sama lain, dan terus bergerak bersama membawa nama baik HMJ Sosiologi Agama ke tempat yang lebih tinggi.Terima kasih kepada seluruh panitia yang bekerja tanpa banyak terlihat, kepada peserta yang hadir dan ikut menyempurnakan cerita ini, dan kepada semua pihak yang sudah memberi kepercayaan serta doa. Mari terus bersama, karena perjalanan kita masih panjang. Hari ini bukan penutup, tapi langkah pertama.

Hidup Sosiologi Agama!”, ujar Faiz dalam sambutan pembukaan beliau.

Kemudian Ketua Panitia, Galih Rizqy Ananda, menyampaikan harapan agar MSC ini menjadi wadah mempererat solidaritas antar mahasiswa Sosiologi Agama. “Melalui terlaksananya Manifest Social Camp tahun ini, saya berharap para mahasiswa baru semakin memperkuat rasa kekeluargaan di antara mereka. Sebab, perjalanan perkuliahan bukanlah proses yang singkat ataupun mudah, melainkan perjalanan panjang yang penuh tantangan. Jika dilalui seorang diri, tentu terasa berat. Namun, dengan saling merangkul dan mendukung, segala perjuangan akan menjadi lebih ringan hingga hari kelulusan nanti. Karena keluarga bukan hanya tentang darah tetapi tentang siapa yang tetap menggenggam tanganmu ketika semua terasa berat”.

Acara berlanjut dengan sesi perkenalan antar peserta dan panitia per divisi. Setelah sesi ini, para peserta diberi waktu untuk beristirahat agar tubuh tetap prima dalam menjalani rangkaian kegiatan selanjutnya.

Pada hari Sabtu pagi, para peserta melaksanakan jogging bersama dengan panitia mengelilingi area villa sebagai pemanasan dan untuk menjaga kebugaran. Setelah jogging, mereka melakukan beberapa gerakan senam pagi bersama, yang menambah semangat dan energi seluruh peserta. Kegiatan pagi dilanjutkan dengan sarapan bersama untuk mengisi tenaga sebelum memulai rangkaian acara selanjutnya. Setelah sarapan, peserta tampil dengan yel-yel kelompok mereka dan melakukan latihan persiapan untuk pertunjukan Pentas Seni (pensi) yang akan digelar pada malam harinya. Suasana penuh semangat dan kekompakan semakin terasa saat mereka berlatih bersama.

Selanjutnya para peserta melakukan persiapan untuk memulai sesi pemateri. Pemateri pertama diisi dengan tema orientasi, memberikan gambaran penting tentang kehidupan kampus dan program studi. Dalam sesi ini juga diadakan permainan seru berupa “memasukkan paku ke dalam botol menggunakan tali”. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, masing-masing beranggotakan empat orang, yang saling bekerja sama untuk menyelesaikan permainan tersebut, sehingga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kekompakan. Setelah sesi pemateri pertama selesai, para peserta diajak bermain games “cucuk balon” yang seru. Dalam permainan ini, setiap kelompok harus menempatkan balon di ujung barisan peserta mereka. Tantangannya adalah setiap kelompok diwajibkan untuk mencucuk balon milik kelompok lain sambil menjaga balon mereka sendiri agar tidak pecah. Permainan ini berhasil menciptakan suasana riang dan mempererat keakraban antar peserta.

Setelah permainan selesai, para peserta bersiap kembali untuk mendengarkan sesi pemateri kedua dengan tema kepemimpinan. Sama seperti sesi materi pertama, para peserta mendengarkan dengan sangat khusyuk dan antusias. Setelah sesi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking yang seru untuk mencairkan suasana dan mempererat keakraban.

Begitu pula dengan sesi pemateri ketiga bertema kemahasiswaan. Peserta kembali menunjukkan perhatian penuh dalam mengikuti materi yang disampaikan. Setelah sesi ketiga selesai, dilanjutkan kembali dengan ice breaking yang menambah kehangatan antar peserta sebelum memasuki rangkaian kegiatan berikutnya.

Setelah rangkaian sesi pemateri selesai, para peserta memasuki acara sharing session bersama pengurus HMJ-SA. Dalam sesi ini, mahasiswa senior berbagi pengalaman, tips belajar, dan kisah inspiratif selama menjalani studi di Program Studi Sosiologi Agama. Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi mahasiswa baru untuk memahami dinamika kehidupan kampus. Sharing Session dilanjutkan dengan isoma, agar peserta dapat memulihkan tenaga untuk puncak acara MSC ini yaitu pensi (pentas seni). Setelah selesai isoma dan melaksanakan sholat, acara berlanjut ke puncak kegiatan, yaitu pensi (pentas seni). Dalam momen ini, para peserta menampilkan berbagai pertunjukan kreatif dari setiap kelompok, yaitu Menari dan Bernyanyi dengan gitar yang menambah kemeriahan dan menjadi wadah penyaluran bakat serta kekompakan mereka selama mengikuti MSC.

Setelah pensi usai, rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan api unggun dan bermain kembang api bersama. Dalam suasana hangat dan akrab di sekitar api unggun, para peserta diberi kesempatan untuk berbicara, menyampaikan kesan, harapan, ataupun pengalamannya selama mengikuti kegiatan. Melalui sesi ini, peserta dilatih untuk berani berbicara di depan orang lain sekaligus mempererat hubungan antar stambuk, baik dengan teman seangkatan maupun dengan stambuk atas.

“Menurut saya, acara Manifest Social Camp kemarin berjalan sangat baik dan memberikan pengalaman yang berkesan. Kegiatannya beragam, mulai dari materi, permainan, sampai sesi kebersamaan yang membuat peserta lebih dekat. Panitia juga terlihat sigap dan mampu mengatur acara dengan cukup rapi. Secara keseluruhan, acara ini berhasil menambah wawasan dan mempererat hubungan antarpeserta.” Kata Ivan peserta msc 2025

“Menurut liza, acara MSC kmarin sbnarnya berjalan ckup baik dan tertata, meskipun ada sedikit kerusuhan dari peserta. Walaupun sempat mengganggu suasana, liza melihat panitia bisa menangani situasinya dengan cukup cepat sehingga acara tetap dapat dilanjutkan tanpa hambatan berarti.Secara keseluruhan, liza merasakan bahwa rangkaian kegiatannya sudah dipersiapkan dengan baik. Alurnya jelas, suasananya cukup kondusif, dan mayoritas peserta tetap menunjukkan antusiasme. Walaupun ada momen yang sempat membuat suasana sedikit tegang, secara pribadi liza tetap menilai acaranya cukup sukses dan memberikan pengalaman yang berkesan”. Ujar liza peserta MSC 2025

Pagi harinya, acara dilanjutkan dengan color fun yang sangat meriah dan penuh warna. Para peserta dengan semangat tinggi saling melempar warna-warni bubuk ke teman-temannya, menciptakan suasana ceria dan penuh tawa yang menjadi penutup kegiatan yang tak terlupakan. Serta pembagian hadiah untuk pemenang games-games seru yang telah diikuti selama dua hari, dan pembagian hadiah pensi untuk kelompok dengan penampilan terbaik. Suasana haru dan bahagia menyelimuti saat para pemenang menerima penghargaan atas kerja sama dan kreativitas mereka. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang khidmat, mengabadikan kenangan “Satu Cerita Abadi Selamanya”.

Dosen UIN Sumatera Utara Raih Hibah Riset Internasional dari IIUM Malaysia

Medan (20 Oktober 2025) — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh sivitas akademika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU). Dosen UIN SU, Dr. Faisal Riza, terpilih sebagai salah satu penerima hibah riset internasional dari International Institute of Islamic Thought and Civilisation (ISTAC), International Islamic University Malaysia (IIUM).

Berdasarkan surat resmi ISTAC bertarikh 17 Oktober 2025 dengan nomor rujukan IIUM/504/G/14/3/1/1/ISTAC25-023-0025, proposal penelitian yang diajukan berjudul “Contribution of Tengku Luckman Sinar to the Intellectual Heritage of North Sumatra and Beyond” dinyatakan lolos seleksi dan mendapat pendanaan penelitian selama 12 bulan (15 Juli 2025 – 15 Juli 2026).

Penelitian ini dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Mehmet Ozay dari ISTAC-IIUM, dengan Prof. Dato’ Dr. Ahmad Murad Mohd Noor Merican (ISTAC-IIUM) dan Dr. Faisal Riza (UIN Sumatera Utara) sebagai anggota tim peneliti. Fokus penelitian ini adalah mengkaji kontribusi intelektual Tengku Luckman Sinar, seorang tokoh penting dalam sejarah, kebudayaan, dan pemikiran Melayu di Sumatera Utara, serta pengaruhnya terhadap perkembangan peradaban Islam dan dunia Melayu secara luas.

Dekan Fakultas tempat Dr. Faisal Riza bernaung menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Capaian ini menunjukkan bahwa dosen-dosen UIN Sumatera Utara memiliki kompetensi dan daya saing internasional dalam bidang riset. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memperkaya khazanah keilmuan Islam dan memperkuat jejaring akademik lintas negara,” ujarnya.

Dengan diperolehnya hibah ini, UIN Sumatera Utara semakin mempertegas komitmennya dalam mendorong kolaborasi riset internasional dan memperluas kontribusi akademik di bidang pemikiran Islam, Sosiologi, sejarah, dan peradaban Melayu.

Dr. Faisal Riza Bahas Dinamika Ketatanegaraan Indonesia dari Perspektif Sosiologi Politik dalam Kuliah Dosen Tamu di IAIN Langsa

Langsa (9 Oktober 2025) — Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu dengan menghadirkan narasumber Dr. Faisal Riza, M.A., Associate Professor dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU). Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 13.30 WIB sampai selesai, bertempat di Aula SBSN RKU Lantai II, dengan mengusung tema “Dinamika Ketatanegaraan Indonesia Kontemporer: Perspektif Sosiologi Politik.”

Dalam kuliah tersebut, Dr. Faisal Riza mengajak mahasiswa dan dosen peserta untuk melihat problem ketatanegaraan Indonesia bukan hanya dari aspek hukum formal, tetapi juga dari perspektif sosiologi politik yang menelaah hubungan antara struktur sosial, legitimasi politik, dan dinamika kekuasaan. Ia menegaskan bahwa hukum tata negara tidak bisa dipisahkan dari konteks sosial dan politik yang melingkupinya, sebab praktik hukum sering berfungsi sebagai alat kekuasaan (positivistik-instrumentalis) yang merefleksikan kepentingan penguasa.

Lebih lanjut, Dr. Faisal menyoroti sejumlah persoalan ketatanegaraan kontemporer seperti krisis legitimasi politik, konflik antar lembaga negara, serta ketegangan antara hukum positif dan nilai-nilai budaya lokal. Ia juga menyinggung pentingnya modernisasi dan digitalisasi pemerintahan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas negara, sembari menegaskan bahwa demokrasi deliberatif—yang mengedepankan partisipasi dan musyawarah publik—merupakan langkah penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.

“Menelaah hukum tata negara melalui perspektif sosiologi politik membantu kita memahami bahwa hukum tidak semata-mata perangkat formal, melainkan sistem nilai yang hidup dalam masyarakat,” ujar Dr. Faisal dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Langsa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dr. Faisal Riza. “Kegiatan ini sangat memperkaya wawasan mahasiswa, khususnya dalam memahami dinamika hukum dan politik di Indonesia secara lebih komprehensif. Sinergi akademik antara UIN Sumatera Utara dan IAIN Langsa menjadi bentuk nyata kolaborasi keilmuan antar perguruan tinggi Islam,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Syariah. Para peserta antusias mengikuti diskusi yang membuka ruang dialog akademik seputar tantangan tata kelola negara dan masa depan demokrasi di Indonesia.

HMJ Sosiologi Agama UINSU Gelar Kegiatan “Socio Dialectic” Dorong Mahasiswa Pahami Arah dan Prokspek Karir di Era Digitalisasi

Medan, 9 Oktober 2025 – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar kegiatan Diskusi Kemahasiswaan bertajuk “Socio Dialectic” dengan tema “Prospek Karir Mahasiswa Sosiologi Agama di Era Digitalisasi: Relevansi Soft Skill bagi Sarjana Sosiologi”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Sosial Kampus IV UINSU, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Purjatian Azhar, M.Hum. dan Raden Haitami Abduh, S.Sos., serta di moderatori oleh Ahmad Yasser Effendi, M.A.. Kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik bagi mahasiswa untuk memahami arah dan prospek karir lulusan Sosiologi Agama di tengah tantangan era digital.

Ketua Program Studi Sosiologi Agama UINSU, Ibu Neila Susanti, M.Si., Memberikan Sambutannya sekaligus membuka acara kegiatan tersebut, Beliau menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mulai memikirkan langkah dan arah setelah menyelesaikan studi.

Ibu berharap kalian semua serius mengikuti acara ini, tidak sekadar hadir dalam kegiatan, tetapi benar-benar menjadikannya pembuka pemikiran untuk menentukan arah setelah tamat dari Sosiologi Agama. Bekerja keras itu dimulai dari sekarang, bukan nanti setelah lulus. Kami dari Prodi berharap para narasumber hari ini dapat memberikan pencerahan dan motivasi agar mahasiswa semakin siap menghadapi dunia kerja,” tuturnya.

Ketua Umum HMJ Sosiologi Agama, Faiz Afza Ihsan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi pengurus HMJ untuk membawa arah perubahan bagi jurusan Sosiologi Agama, khususnya dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Kegiatan ini merupakan momentum kami sebagai pengurus HMJ Sosiologi Agama untuk membawa arah perubahan bagi jurusan. Melalui diskusi ini, kami ingin agar mahasiswa dapat memahami prospek karir mereka setelah menyelesaikan studi S1, sekaligus membekali diri untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang sebenarnnya” ujar Faiz Afza Ihsan dalam sambutannya.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Sosiologi Agama dari berbagai angkatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya Soft Skill sebagai penunjang kompetensi akademik. HMJ Sosiologi Agama berharap agar kegiatan Socio Dialectic menjadi sarana pengembangan wawasan sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan jurusan dalam membangun kualitas lulusan yang kompetitif.

Selain mendapatkan pengetahuan baru, peserta juga memperoleh sertifikat dan konsumsi ringan selama kegiatan berlangsung. Acara ini menjadi bagian dari upaya HMJ Sosiologi Agama untuk menciptakan budaya akademik yang kritis, inspiratif, dan berorientasi pada masa depan.

Dukung Pendidikan Inklusif, Dosen SA Jadi Tim Penilai Sekolah Ramah Anak (SRA) 2025

Medan. Dosen Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut diamanahkan sebagai penilai dalam Tim Sekolah Ramah Anak (SRA) di wilayah Kota Medan. Penilaian sekolah-sekolah di Kota Medan ini sangat penting guna mewujudkan Kota Medan sebagai kota inklusif terutama ramah anak. Adapun dosen Sosiologi Agama antara lain, Dr. Muhammad Jailani, MA, Dr Sakti Ritonga, M.Pd,  Ahmed Fernanda Desky, M.Si, dan Purjatian Azhar, M.Hum

Kegiatan penilaian sekolah ramah anak ini dimulai dengan assesment dokumen yang sudah dikirimkan kepada tim penilai , kemudian dilakukan kunjungan ke lapangan khususnya memastikan langsung datang ke sekolah yang sudah dilakukan sejak bulan Agustus hingga September 2025. Kegiatan penilaian ini melibatkan unsur lintas sektorlah, mulai dari pemerintah, akademisi hingga organisasi masyarakat sipil yang tujuannya memastikan satuan pendidikan khususnya sekolah di Kota Medan mampu menciptakan ekosistem belajar yang aman nyaman , inklusif yang melindungi hak hak peserta didik anak.

Ketua Program Studi Sosiologi, Neila Susanti, M.Si mengapresiasi kegiatan dosen Sosiologi Agama yang terlibat dalam tim penilai SRA Kota Medan tahun 2025, menurutnya kegiatan tersebut merupakan bagian komitmen dari kampus dalam melakukan pengabdian masyarakat khususnya memberikan rekomendasi dalam upaya mewujudkan sekolah ramah anak di Kota Medan

HMJ Sosiologi Agama Melaksanakan Upgrading dan Rapat Kerja: Wujudkan Pengurus Profesional dan Berintegritas

Medan, 4 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) Periode 2025 di Aula Kantor Desa Tuntungan II, pada Sabtu (4/10). Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Kepemimpinan yang Berintegritas” ini berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Acara dihadiri oleh segenap pengurus HMJ Sosiologi Agama periode 2025, serta dibuka secara resmi oleh Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama, Rholand Muary, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat kepengurusan baru dan menekankan pentingnya kontribusi aktif setiap pengurus untuk kemajuan jurusan.

Kami berharap kepengurusan HMJ Sosiologi Agama periode ini dapat berkontribusi secara maksimal bagi kemajuan jurusan. Kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi mampu membawa jurusan menjadi lebih unggul, baik dari segi kualitas kegiatan, dukungan terhadap akreditasi, maupun pencapaian akademik mahasiswa,” ujar Rholand Muary dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara secara ceremonial.

Kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja ini bertujuan memperkuat solidaritas antaranggota, membangun kapasitas kepemimpinan, serta menyusun arah program kerja yang visioner dan terukur. Upgrading menjadi wadah pembekalan bagi pengurus baru untuk memahami tugas dan tanggung jawabnya, sedangkan Raker menjadi forum strategis dalam menyusun rencana kerja selama satu periode kepengurusan.

Selain sesi pembekalan dan penyusunan program kerja, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi internal yang membahas strategi pelaksanaan kegiatan selama satu periode ke depan. Melalui kegiatan ini, HMJ Sosiologi Agama berharap dapat menciptakan lingkungan organisasi yang profesional, berintegritas, dan berdampak nyata bagi pengembangan mahasiswa serta jurusan.

Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut Sukseskan Lokakarya Nasional APSSI

Jakarta. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara turut mensukseskan kegiatan Lokakarya Nasional Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) yang diselenggarakan di Jakarta dengan host Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tanggal 29 September 2025-1 Oktober 2025 di aula Latief Hendraningrat kampus UNJ.

Ketua pelaksana lokakarya Nasional APSSI yang juga Koordinator Program Studi Sosiologi Agama, Dr Rusfadia Saktiyanti Jahja menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri 139 peserta dari beragam program studi Sosiologi di Indonesia dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

“ Semoga pertemuan ini dapat menjadi wadah menjalin kerja sama antar universitas, “ ujar Rusfadia Saktiyanti Jahja

Semntara itu, Ketua umum APSSI, Dr Harmona Daulay dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNJ dan Program Studi Sosiologi FISH UNJ atas dukungan dan penyelenggaraan . Ia juga menyampaikan bahwa tahun depan APSSI akan melaksanakan kongres, yang salah satu agendanya memilih pengurus yang baru pada tahun yang akan datang.

“ Saat ini kita berada di kepengurusan keempat, dan tahun depan akan dilaksanakan kongres untuk memilik pengurus yang baru, “ ujar Dr Harmona yang juga Wakil Dekan bidang kemahasiswaan di FISIP USU.

Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Neila Susanti dan Sekretaris Prodi Rholand Muary mengapresiasi kegiatan ini, sebab ada banyak pengetahuan yang bisa disusun bersama terutama berkaitan dengan merancang kurikulum Sosiologi, memperoleh akreditasi unggul dari LAMSPAK serta membangun jaringan jurnal Sosiologi.

Adpaun kegiatan pada hari pertama ditutup dengan sesi panel yang menghadirkan Rektor UNJ, Prof Komarudin sebagai pembicara dengan materi “ Merancang Kurikulum Sosiologi Berdampak : Sinkronisasi Strategi Kolaboratif Inovatif Dosen-Guru untuk Akreditasi Unggul “, dilanjutkan sesi ke dua, oleh Tyas Retno Wulan dengan tema “ LAMSPAK danb Guru Praktis” dan ditutup dengan sosilisasi rekomendasi profil lulusan Sosiologi S1, S2 dan S3 oleh Ketua Umum APSSI Dr Harmona Daulay.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi “ Workshop Jaringan Jurnal Sosiologi” yang disampaikan oleh Prof Argyo Demartoto, kemudian materi “ Workshop Laboratorium Sosiologi” oleh A.B Widyanta. Pada hari ketiga, dilanjutkan dengan menyusun rekomendasi dari jaringan prodi Sosiologi Indonesia dan rapat pleno. (RM)

Dosen Sosiologi Agama UIN Sumatera Utara Menjadi Pembicara Dalam Kegiatan Pembinaan Keluarga Kristen (GKPS)

Panai Tongah, 30 September 2025 – Dalam acara Pembinaan Keluarga Kristen bagi warga jemaat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di Panai Tongah, Purjatian Azhar, M.Hum, Dosen Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, di daulat menjadi narasumber  dan menyampaikan materi bertajuk “Merajut Persaudaraan Antar Iman dalam Bingkai Kebhinekaan”. Acara ini bertujuan memperkuat hubungan keluarga yang sholeh secara sosial dan harmonis melalui pemahaman terhadap keberagaman.

Purja menegaskan pentingnya memahami perbedaan sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Mengutip Q.S. Al Hujurat: 13, ia menyampaikan bahwa Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal, dengan keimanan sebagai ukuran kemuliaan. Ia juga merujuk Q.S. Yunus: 99, yang menegaskan bahwa keimanan tidak dapat dipaksakan, sehingga sikap saling menghormati menjadi kunci harmoni sosial.

Purja menekankan bahwa saling menghargai antar pemeluk agama adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis. Sikap ini mencakup pengakuan terhadap hak setiap individu untuk memeluk agama dan keyakinannya tanpa diskriminasi atau tekanan. Dengan saling menghargai, umat beragama dapat menciptakan ruang dialog yang produktif, mencegah konflik, dan memperkuat persaudaraan. Ia mencontohkan bahwa menghargai perbedaan bukan berarti menyetujui semua pandangan, melainkan memberikan ruang untuk hidup berdampingan dengan damai, sesuai dengan prinsip agree in disagreement (setuju dalam ketidaksetujuan).

Dalam presentasinya, Purja menyoroti warisan kolonial yang cenderung menyeragamkan perbedaan, padahal perbedaan seharusnya dilihat sebagai kekuatan, bukan ancaman. Mengutip Gus Dur, “Yang sama jangan dibeda-bedakan, yang beda jangan disama-samakan,” ia mengajak para peserta untuk mengedepankan sikap inklusif, tabayyun (klarifikasi), dan berpegang pada Kitab Suci, Pancasila, dan UUD 1945 sebagai landasan beragama yang moderat. Ia juga menegaskan pentingnya berbaur tanpa melebur dengan identitas lain.

Peran Orang Tua dalam Membentuk Sikap Anak

Purja juga menyoroti tanggung jawab besar orang tua dalam membentuk sikap dan perilaku anak agar memiliki rasa saling menghargai terhadap perbedaan agama, budaya, dan kebiasaan. Di era modern yang penuh dengan informasi dan interaksi lintas budaya, orang tua memiliki peran strategis untuk menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini. Ia menekankan bahwa anak-anak belajar dari teladan orang tua, baik melalui ucapan, sikap, maupun tindakan sehari-hari. Orang tua perlu menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung dialog terbuka tentang keberagaman, mengajarkan empati, dan memperkenalkan anak pada nilai-nilai universal seperti kasih sayang, keadilan, dan perdamaian. Dengan demikian, anak akan tumbuh dengan sikap terbuka, menghormati perbedaan, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat yang beragam.

 merawat toleransi, Purja mengusulkan langkah-langkah praktis, seperti tidak memaksakan keyakinan, menjalin dialog antaragama, fokus pada nilai-nilai universal, serta menjaga sikap, ucapan, dan perbuatan. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menolak gerakan transnasional yang bertujuan mengganti Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara.

Purja mengingatkan bahaya radikalisme dan terorisme sebagai ancaman terhadap kebhinekaan. Ia menjelaskan bahwa radikalisme, meski tidak selalu identik dengan terorisme, dapat menjadi cikal bakal tindakan kekerasan jika tidak ditangani dengan bijak. Ia juga mengajak para peserta untuk mewaspadai berita hoaks yang dapat memecah belah persatuan. Untuk mengatasi hoaks, ia menyarankan untuk berhati-hati terhadap judul berita provokatif, memverifikasi sumber berita dari media kredibel seperti Kompas.com atau Detik.com, serta memeriksa keaslian foto dan video.

Acara ini juga menggarisbawahi pentingnya kembali pada budaya dan kearifan lokal Nusantara, seperti bahasa daerah, adat istiadat, dan tradisi lokal, sebagai wujud komitmen terhadap kebhinekaan dan identitas ke-Indonesiaan. Dengan semangat “NKRI Harga Mati,” Purja mengajak para peserta untuk meneguhkan patriotisme dalam menjaga kedaulatan bangsa.