Medan. Mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama mengikuti kegiatan sosialisasi Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Ruma Moderasi Beragama (RMB) UIN Sumatera Utara, di Hotel Condotel Medan, 13-15 November 2023.
Acara ini diisi oleh Narasumber Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Agung Setia Imam Efendy, S.I.K, M.Si dan juga narasumber ahli lainnya untuk memperkuat narasi Moderasi Agama dikalangan masyarakat Sumatera Utara yang diantaranya akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan juga pegiat lintas imam.
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj Nurhayati, M,Ag dalam sambutannya mengajak kepada semua peserta untuk menjadikan moderasi beragama sebagai arus utama dalam kehidupan beragama dan berbangsa di Indonesia. Apalagi dengan banyaknya tantangan dalam relasi kehidupan tentunya dengan hadirnya moderasi beragama sebagai salah satu program unggulan dari Kementerian Agama dapat memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan masyarakat.
Hadir dalam kesempatan tersebut mahasiswa Prodi Sosiologi agama FIS UIN Sumut dan juga fasilator dan narasumber dari Prodi Sosiologi Agama diantaranya Rholand Muary, M.Si, Muhammad Jailani, MA, Ahmad Fernanda Desky, M.Si, Aulia Kamal, MA. (RM)
Medan. Program studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara menjajaki kerja sama dengan lembaga internasional United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Community Center Internaional Organization of Migran (IOM) di Medan, (09/11). Rebecca Sinaga selaku Staf UNHCR Medan akan membicarakan tindaklanjut apa saja point point kerja sama yang akan dilakukan oleh UNHCR Medan dengan perguruan tinggi termasuk dari UIN Sumatera Utara.
Ketua Prodi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M.Si yang didampingi oleh Sekretaris Prodi, Rholand Muary, menyambut baik dukungan dan kerja sama yang akan dilakukan. Prodi Sosiologi Agama tentunya berharap kerja sama dalam hal pengabdian masyarakat terutama persoalan pengungsi dapat menjadi ruang pengabdian baru bagi perguruan tinggi negeri. (RM)
Deli Serdang. Mahasiswa Semester III, Program Studi Sosiologi Agama, Zalfa Alya Puteri berhasil keluar sebagai juara III acara lomba fasion show yang diselenggarakan oleh HMJ Ilmu Komunikasi FIS UIN Sumut dengan tema kegiatan Masterpiece of republic comunication (MORS) 2023 di kampus IV FIS UIN Sumut pada tanggal 09-11 Oktober 2023. Tidak hanya fasion show acara tahunan ini diisi dengan perlombaan dan pekan kreatifitas lainnya seperti story telling, deklamasi puisi, tari kreasi, fashion show dan band adapun peserta yang ikut serta berasal dari sejumlah sekolah dan universitas yang ada di kota Medan.
Zalfa menceritakan pengalamannya mengikuti acara ini merupakan kali pertamanya sejak duduk dibangku perkuliahan dan menjadi pengalaman yang luar karena harus mengedepankan rasa percaya diri, keberanian dan berjalan dihadapan juri dan penonton.
” Mengikuti perlombaan fashion show adalah pengalaman yang tak terlupakan, walaupun di samping itu ada rasa tidak percaya diri tetapi juga sangat percaya diri dengan busana yang saya kenakan. Reaksi positif dari teman-teman, penonton dan juri membuat saya semakin termotivasi, ” ujarnya.
Di hari pengumuman perlombaan nama Zalfa Alya Puteri disebutkan sebagai juara 3 perlombaan Fashion show tema casual moderen. Rasa bahagia dan bangga terhadap diri sendiri bercambur aduk dan tentunya kebahagiaan yang diraih juga diberikan kepada rekan rekan satu angkatan di Sosiologi Agama. Tentunya dukungan dari mereka menjadi motivasi untuk kedepannya.
” Saya menyadari bahwa dunia perkuliahan adalah tempat dimana saya dapat membangun rasa percaya diri, keterampilan dan kemauan minat bakat saya, ” pungkasnya
Zalfa memiliki harapan dengan perstasi yang dimiliki ini teman-teman di prodi Sosiologi Agama dapat menjadikan pengalaman ini motivasi bagi mereka agar berani dalam mengambil kesempatan-kesempatan bagus yang sesuai dengan minat bakat mereka. Agar untuk kedepan nya punya persiapan di dunia luar untuk berani mengambil tindakan, tidak pantang menyerah, tidak memiliki sifat pasif dan selalu ingin belajar dari kesalahan. (RM)
Deli Serdang. Kebebasan beragama dan berkeyakinan sepertinya sebuah “jargon” yang sudah usang, apalagi bila disandingkan dengan istilah baru yang sedang masih hangat diperbincangkan di Republik ini, yaitu Moderasi Beragama. namun kasus konflik terkait dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan fenomenanya terus saja terjadi dan aktual.
Hal ini disampaikan oleh Dosen Prodi Sosiologi Agama, Dr. Irwansyah, M.Ag pada kegiatan sosialisasi mediasi konflik sosial keagamaan bagi sarjana sosiologi agama di Kampus UIN Sumut. ini merupakan bagian dari rencana tindak lanjut pelatihan mediator profesional kerja sama Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.
Irwansyah mengatakan sebagai calon Sarjana Sosiologi Agama yang antara lain bisa diharapkan menjadi tenaga penggerak perdamaian di tengah-tengah masyarakat, terutama nantinya setelah Sarjana, tentu penting sekali mengetahui dan memahami bahkan mempunyai keterampilan “Mediasi” sebagai salah satu model penyelesaian konflik apa bila terjadi.
” Mediasi sebagai skill penting dimiliki, mengingat bahwa ia bukan saja bertujuan untuk menyelesaikan konflik, akan tetapi bertujuan agar kedua pihak yang berkonflik dapat kembali duduk bersama secara harmonis sebagaimana sebelumnya, ” ujar nya.
Hadir dalam kesempatan tersebut mahasiswa lintas semester Program studi Sosiologi Agama. Turut hadir dalam membuka acara tersebut Ketua Prodi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M,Si dan Sekretaris Prodi, Rholand Muary, M.Si.
Deli Serdang. Program Sudi Sosiologi (Prodi) Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan menggelar pelatihan penulisan etnografi dan monografi bagi mahasiswa Prodi Sosiologi Agama di Aula Kampus FIS UIN Sumut Jalan Padang Golf Pancur Batu Deli Serdang, Selasa (10/10).
Adapun narasumber pada kegiatan ini yakni Agung Suharyanto, M,Si yang merupakan Antropolog Universitas Medan Area (UMA) dan Nasrullah Hidayat, M. Si dari Universitas Negeri Medan. Acara ini dipandu oleh moderator Aulia Kamal dosen Prodi Sosiologi Agama.
Ketua Prodi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M.Si dalam sambutannya mengajak mahasiswa Sosiologi agama untuk terlibat aktif mengikuti kegiatan ini sebab pemahaman dan pengetahuan dari para narasumber ini sangat penting untuk menyusun tugas akhir baik itu dalam bentuk Skripsi maupun artikel Jurnal terakreditasi nasional
Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan, Dr. Nursapia, MA dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dan berharap luaran dalam kegiatan pelatihan ini juga memberikan energy yang lebih kepada mahasiswa untuk melakukan riset lapangan dan bisa berkolaborasi dengan dosen untuk menghasilkan jurnal nasional terakreditasi. Selain itu juga bentuk dukungan dari Fakultas Ilmu Sosial untuk tahun depan sudah dianggarkan lebih banyak untuk publikasi dosen
“ Tahun depan sudah kita anggarkan untuk biaya publikasi dosen, maka diharapkan dosen bisa berkolaborasi dengan mahasiswa agar menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas, selain itu juga biaya HaKi nya juga ditanggung oleh fakultas” kata Dekan didampingi oleh Wakil Dekan 1, Dra. Retno Sayekti, M.Lis
Sementara itu, Agung Suharyanto, M.Si mengatakan bahwa etnografi dianggap mampu menggali informasi secara mendalam dengan sumber sumber luas. Adapun ciri-ciri dari etnografi itu sendiri yakni participant observer, interpretasi deskripsi, rfelski, etika identitas, urgenitas dan informan kunci.
“ Etnografi memunginkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang kehidupan sehari-hari , dan makna dibalik tindakan dan interaksi sosial dalam konteks budaya tertentu” ujar Agung yang juga Kepala unit Pusat Jurnal Ilmiah (PJI) Universitas Medan Area ini.
Selain itu Nasrullah Hidayat, M.Sc mengatakan tujuan penulisan monografi yakni memberikan gambaran yang komprehensif tentang topik yang dipilih, seringkali termasuk ulasan literature yang menyeluruh, temuan penelitian asli dan analisis rinci. Maka dari itu cara/langkah yang diambil oleh peneliti untuk mencapai tujuan penelitian baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Langkah-langkah yang mengikuti logika, struktur dan prinsip metodologi dan metodelogi serta bagaimana hubungan antara rancangan tersebut berkaitan dengan pertanyaan/rumusan masalah penelitian dan hopotesa penelitian yang akan dilakukan, (RM)
Medan. Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) bersama Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina menyelenggarakan kegiatan fellowship pelatihan Mediasi Profesional bagi tokoh agama dan masyarakat sipil di Sumatera Utara. Acara tersebut dugelar di hotel Emerald Garden, 18-22 September 2023.
Setelah melakukan seleksi berkas dan wawancara, maka terpilih lah 30 peserta yang berhak mengikuti pelatihan mediasi profesional. Dari 30 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan, 4 orang diantaranya adalah dosen prodi Sosiologi agama, fakultas ilmu sosial UIN Sumatera Utara. Keempat dosen tersebut adalah Dr. Irwansyah, M. Ag, Aulia Kamal, MA, Purjatian Azhar, M. Hum dan Muhammad Irfan M. Hum.
Pelatihan tersebut sangat bermanfaat. Sebab, bila melihat kondisi Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi yang memiliki ragam agama, budaya dan kebiasaan. Keanekaragaman tersebut tentunya disatu sisi lahir sebagai anugrah dari yang maha Kuasa, namun disini lain tentu saja bisa melahirkan potensi-potensi konflik apabila tidak dijaga dan di rawat dengan baik. Sehingga pada akhirnya diperlukan aktor-aktor sebagai mediator dalam membantu menyelesaikan konflik yang ada, baik konflik antar umat beragama, konflik sosial dan konflik budaya.
Pelatihan tersebut mengusung konsep untuk praktik bersama menjadi mediator. Selama lima hari proses tersebut empat hari digunakan untuk melatih skill para peserta menjadi mediator yang baik dan handak. Skill-skill tersebut meliputi skill mendengar, copas, lebeling, paraprhasing dan repreaming. Selain itu peserta juga dilatih untuk mampu bernegosiasi, mendefenisikan masalah dan proses kaukus bila kesepakatan tidak didapatkan.
Tentu saja pelatihan tersebut membarikan banyak manfaat bagi para peserta yang datang dari berbagai latar belakang yang berbeda, khususnya bagi dosen-dosen prodi Sosiologi agama.
Ketua Program Studi Agama FIS UIN Sumut, Neila Susanti, M,Si mengapresiasi kegiatan pelatihan mediator konflik sosial keagamaan yang diselenggarakan oleh PGI dan PUSAD Paramadina. Dia menilai bahwa untuk Sumatera Utara pontensi konflik yang bernuansa agama dan identitas lainnya bisa saja muncul di permukaan publik. Maka dengan melahirkan mediator yang turut memediasi konflik akan meminimalisir dan mencari titik temu kesepakatan bersama.
” Kami sangat senang sekali, dosen dosen Sosiologi Agama ikut dalam pelatihan mediator profesional dalam bidang sosial keagamaan, ini menjadi energi bagi kami untuk menambah kemampuan dosen dosen kami sebagai mediatordan dimanfaatkan baik bagi masyarakat” Ujar Neila didampingi Sekretaris Prodi SA, Rholand Muary, M.Si
Dirinya pun bersyukur semoga kegiatan pelatihan mediator profesional ini punya tidak lanjut dan terus dilakukan dalam menjaga kekndusifitasan dalam hubungan antar agama, bangsa dan budaya di Indonesia.
Sementara itu , Wakil Direktur PUSAD Paramadina, Husni Mubarak menyampaikan bahwa kerja sama dengan bidang KKC PGI ini dilatarbelakangi kesamaan misi PUSAD dalam membangun perdamaian di tengah masyarakat. Beragam penelitian dan penelitian telah PUSAD lakukan tidak hanya terkait mediasi ini.
Husni juga menambahkan,bahwa banyak konflik atau sengketa yang terjadi di masyarakat membutuhkan penanganan secara bijak dengan jalan mediasi, tidak hanya dengan pendekatan hak atau secara hukum. Sehingga para pihak yang berkonflik dapat terpenuhi kebutuhannya, terjadi kesepakatan yang adil bagi para pihak dimaksud. (PA/RM)
Medan, 19 September 2023– Tular Nalar, program yang didedikasikan untuk memajukan literasi digital dan critical thinking, menggelar kelas Sekolah Kebangsaan dan Akademi Digital Lansia secara bersamaan di 16 wilayah (Aceh, Medan, Bengkulu, Bandung, Purworejo, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Kalimantan Utara, Banjarmasin, Makassar, Manado, Lombok Utara, Maluku, Jayapura) pada tanggal 19-20 September. Program yang diinisiasi oleh MAFINDO dan didukung oleh Google.org, dengan Love Frankie sebagai mitra pelaksana ini bertujuan untuk memberdayakan first-time voters, pre-lansia, dan lansia di seluruh Indonesia.
Sistem pendidikan konvensional kurang menyediakan pembekalan yang cukup bagi pada pelajar, utamanya sebagai first-time voters dengan skill yang diperlukan untuk mengarungi dunia digital secara efektif, apalagi menjelang tahun politik 2024. Tular Nalar, sebagai program yang berakar kuat pada prinsip-prinsip demokrasi, maju memberikan solusi dan mengisi kekosongan tersebut dengan metode pendekatan prebunking atau pengideraan, yang secara proaktif menjadi vaksin untuk memperlambat penyebaran konten dan berita hoaks pra-pemilu, ujaran kebencian, dan misinformasi yang bermuatan kacau isi, kacau emosi, dan kacau diri.
Di Medan Sumatera Utara acara ini diadakan pada tanggal 19 September 2023 di Universitas Islam Negeri dengan total peserta 130 orang. Menurut Dekan Universitas Islam Sumatera Utara, Dr. Nursapiah Harahap M.A, bahwa kegiatan literasi digital ini sangat penting terutama bagi mahasiswa UIN dan diharapkan bisa memberikan wawasan dan pemahaman tentang Bagai mana mahasiswa mampu membedakan antara berita fakta dan hoaks. “ Terutama di saat menjelang pemilu 2024 ini, banyak sekali informasi hoaks yang beredar di media sosial, maka dirasa sangat perlu dilakukan pembinaan literasi digital demi ketenteraman masyarakat dari bahayanya informasi hoaks seputar pemilu”, ungkapnya
Adapun dalam kegiatan tersebut di fasilitasi oleh tim fasilitator yang umumnya berasal dari mahasiswa Sosiologi Agama diantaranya Zalfa Alya Putri, Putri Rahayu, Salsabila Nuraqila Nasution, Tiara Sani, Alvira Wiabda Sari Tambunan, Izzul Muslimin Bastian, Habibina Menatri, Rizky Kurniawan.
Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium MAFINDO, mengutarakan bahwa dengan dukungan berkelanjutan dari Google.org, MAFINDO merasa bangga dapat berkolaborasi dengan Love Frankie, Think Policy, PERLUDEM, Ruangguru, para pakar dan aktivis literasi lainnya untuk memperluas program Tular Nalar di 38 provinsi. “Hal ini akan mendukung upaya kami sebelumnya dalam memberdayakan penerima manfaat, terutama first-time voters dan lansia dengan critical thinking untuk mengenali dan mencegah penyebaran hoaks, misinformasi, dan ujaran kebencian terkait pemilu,” tambahnya.
Tentang Tular Nalar
Tular Nalar, program pelatihan literasi digital dan critical thinking yang diinisiasi oleh MAFINDO dan didukung oleh Google.org, dengan Love Frankie sebagai mitra pelaksana. Dikembangkan bekerja sama dengan Institut Kebudayaan dan Kemanusiaan MAARIF dan JRKI pada tahap awal, Tular Nalar telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam tiga tahun ini. Tular Nalar merilis Sekolah Kebangsaan untuk para pelajar dan mahasiswa, dan Akademi Digital Lansia.
Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi situs https://tularnalar.id/tentang-kami/
atau follow akun Instagram Tular Nalar di https://www.instagram.com/tularnalar/.
Tentang Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO)
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) adalah organisasi sosial yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Didirikan sebagai entitas nirlaba pada tahun 2016, MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan. MAFINDO memiliki 20 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia dan bekerja di banyak bidang, termasuk namun tidak terbatas pada pencegahan hoax, hoax busting, pendidikan publik, seminar, lokakarya, advokasi, pengembangan teknologi anti-hoax, penelitian, dan keterlibatan di tingkat akar rumput.
Informasi lebih lanjut ada di https://www.mafindo.or.id/tentang-kami/
Tentang Google.org
Google.org, sisi filantropis Google untuk menanggulangi beberapa tantangan terbesar umat manusia yang menggabungkan pendanaan, donasi produk, serta keahlian teknis dalam mendukung komunitas yang kurang terlayani. Google.org mendukung organisasi nirlaba, gerakan sosial, dan entitas sipil yang membuat dampak signifikan pada komunitas yang mereka layani, dan yang kegiatannya berpotensi menghasilkan perubahan positif yang terukur dan bermakna bagi umat manusia. Informasi lebih lanjut ada di https://www.google.org
Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Dr Nursapia, MA melakukan monitoring perkuliahan perdana Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Rabu 6 September 2023 di kampus IV UIN Sumut.
Dekan dalam kunjungannya di kelas Semester I Prodi Sosiologi Agama mengatakan bahwa hari ini merupakan awal perkuliahan semester Gasal 2023-2024 maka semua perangkat dalam perkuliahan perlu di monitoring dan juga dievaluasi. Perangkat perkuliahan dapat berupa kesiapan sarana dan prasarana perkuliahan, kehadiran dosen, perangkat kelas, portalsia, dan lain sebagainya.
Selain itu Wakil Dekan Bidang akademik dan kelembagaan, Dra Retno Sayekti, M.Lis yang turut mendampingi Dekan dan pimpinan fakultas dan Prodi juga menyampaikan etika akademik yang sudah berlaku di kampus UIN baik itu etika komunikasi serta etika dalam penggunaan busana di kampus. Kunjungan monitoring ini juga dilakukan di semua kelas prodi yang ada di FIS yakni Sejarah Peradaban Islam, Sosiologi Agama, Imu Komunikasi dan Ilmu Perpustakaan.
Turut hadir dalam mendampingi Dekan FIS UIN Sumut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan KelembagaanDra. Retno Sayekti , M.Lis. Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan , Dr. Abdul Karim Batubara, S.Sos., M.A. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama , M. Yoserizal Saragih, S.Ag., M.I.Kom, pimpinan Prodi dan Tata usaha.
Program Studi Sosiologi Agama menyambut mahasiswa baru prodi Sosiologi Agama tahun 2023 yang ditandai dengan Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) yang dilaksanakan pada tanggal 29-30 Agustus 2023 di Kampus UIN Sumatera Utara.
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Prof Dr Nurhayati, MAg menyampaikan, UINSU sebagai kampus pusat moderasi beragama bertugas mencetak insan berkarakter tangguh dengan nilai-nilai Islam, berilmu dan berketerampilan serta memiliki kecakapan hidup, kelak mengisi pembangunan di Indonesia. Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) tahun ajaran 2023/2024 yang diikuti 5.587 mahasiswa baru dari delapan fakultas di kampus Islam negeri ini yang digelar di kampus IV Tuntungan,
Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Dr Nursapia, MA dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di kampus FIS UIN Sumatera Utara bagi mahasiswa/i baru. Dalam momentum PBAK ini, diharapkan kepada mahasiswa baru untuk dapat mengenal budaya akademik di kampus UIN Sumut dan tentunya agar mahasiswa nantinya dapat menorehkan prestasinya untuk kampus tercinta, baik prestasi akademik maupun non akademik.
Ketua Prodi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M.Si mengatakan mahasiswa Prodi Sosiologi agama juga diharapkan menjadi insan akademis yang membawa nilai-nilai Islam yang moderat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sosiologi agama hadir ditengah-tengah dinamika masyarakat yang plural dan berupaya menjawab tantangan tersebut. Maka dari itu dalam momentum PBAK Sosiologi Agama memiliki jargon ” Sosiologi Agama, Pelopor Moderasi Beragama “. Neila juga berpesan kepada mahasiswa baru, untuk serius dalam mengikuti perkuliahan dan budaya akademik lainnya, sebab lulusan Sosiologi Agama juga mulai diperhitungkan di dunia pekerjaan.
” Alhamdulillah, alumni kita sudah banyak yang mulai meniti karir, ada yang sebagai fasilitator di NGO, tenaga pendidik, wirausaha, swasta dan lainnya, ” kata Neila didampingi oleh Sekretaris Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut, Rholand Muary, M.Si
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama FIS UIN Sumut, Rizki Kurniawan menyambut kedatangan mahasiswa Sosiologi Agama dengan melakukan perkenalan dan budaya akademik di FIS UIN Sumut. Dia juga mengajak agar mahasiswa baru nantinya juga ikut terlibat dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan untuk mengasah kemampuan manajerial dan kepemimpinan organisasi.
” Sosiologi Agama itu laboratoriumnya bukan di gedung mewah yang ber AC, namun di masyarakat, maka apapun ceritanyanya kita akan kembali ke masyarakat, maka anak anak SA (Sosiologi Agama) harus punya kemampuan dalam mengorganisir masyarakat,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan PBAK yang dilaksanakan di hari ke II kampus FIS UIN Sumut, Wakil Dekan bidang Akademik dan Kelembagaan, Dra Retno Sayekti, M.LIS, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan , Dr Abdul Karim Batubara, MA, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, M. Yoserizal Saragih, S.Ag., M.I.Kom, Kepala Tata Usaha, Ketua Prodi, Sekretaris Prodi, Kepala Laboratorium, Dosen dan staf di lingkungan FIS UIN Sumut. Acara PBAK ini juga diisi dengan kuliah motivasi dan ditutup dengan penanaman pohon di halaman kampus. (RM)
Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, menggelar Konferensi Internasional dengan tema “Religion in the Political Vortex: Experiences and Perspectives”, pada 21-23 Juni 2023 di Parapat. Di tahun ini itensitas kegiatan politik akan semakin menunjukan tensi semakin tinggi. Tema konferensi sosiologi Agama kali ini mencoba untuk mewacanakan kembali pengetahuan politik dari perspektif sosiologi agama.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara, Dr. Nursapia, MA menyebutkan Kementerian Agama RI telah mengembangkan konsep moderasi beragama dalam upaya meneguhkan dan menguatkan kehidupan kebangsaan. Sekaligus mengembangkan keadaban bangsa agar negara kokoh dan stabilitas nasional dapat terjaga.
“Dalam konteks jelang tahun politik 2024 ini, maka kita sangat penting mempekuat peran sosiologi agama dalam menjaga keutuhan NKRI. Sebagai sivitas akademika di bawah Kementerian Agama, kita juga wajib menguatkan perhatian kita, agar polarisasi politik yang berkembang pada periode sebelum ini tidak terjadi lagi.”
Dia menambahkan Kepihatinan kita pada hubungan agama dan politik yang dipraktikkan dalam masyarakat kontemporer itulah yang mendorong terlaksananya konferensi ini. Dekan FIS berharap kehadiran 50 peserta internasional conference ini dapat berbagi pengalaman, temuan-temuan riset di berbagai lapangan seputar yang dimaksud dalam kajian sosiologi agama.
“Tentu saja, temuan-temuan yang ada akan memberi dampak pada kemajuan teori-teori di bidang sosiologi agama dan berkontribusi pada kehidupan kebangsaan kita,” katanya.
Ketua Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI) Dr Muhammad Syuhada M.Hum dalam sambutannyanya menegaskan, tema yang dibahas dalam konfrensi kali ini merupakan tema yang hangat dan lagi diperbincangkan dalam konteks politik dan agama di Indonesia.
“Tema ini, menurut saya merupakan tema yang keren ya, tema yang merangsang kegelisahan agama kita dalam setiap kontestasi. Ini memiliki arti penting. Pertama, konteks keilmuan sosiologi agama. Tema ini bagus dan konfrensi ini menjadi landasan pijakan, bagaimana sosiologi agama membicarakan politik agama. Relasi politik agama yang selama ini terjadi bisa kita urai dan mengatasi problem yang sedang terjadi,” katanya.
Dalam lingkup Program Studi Sosiologi Agama kata Syuhada, sosiologi agama harus mampu mengembangkan kajian ini secara teori dan praktik. Itulah yang membedakan keilmuan sosiologi agama dengan ilmu politik dan ilmu umum lainnya.
“SA dapat menyeimbangkan kondisi praktis agama bahkan relasi agama dan politik. Perbincangannya senantiasa ditempatkan di tujuan utama, kontribusi agama, membangun keutuhan kedamaian dalam dinamika politik Indonesia saat ini,” katanya.
Sedangkan Ketua Panitia International Conference on Sociology of Religion, Dr Faisal Riza MA mengatakan jumlah peserta yang ambil bagian dalam international conference ini sekitar 50 peserta. Kata Faisal, kegiatan ini sudah direncanakan satu tahun lalu dan sudah dimaksimalkan dari kegiatan sebelumnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Tuan rumah UINSU, maka sejak itu kita menjadi panitia lokal, intens melakukan diskusi bersama dosen prodi untuk mempersiapkan itu semua. Tiga Dekan FIS (Dr Maraimbang, Prof Abdurrahman dan Dr Nursapia Harahap) juga saling mendukung dalam acara ini,” katanya.
Pembicara yang akan hadir dalam konferensi ini antara lain Profesor Mehmet Ozay (dari Marmara University Turkey), Dr. Suhada dari UIN Yogyakarta (Ketua Umum ASAGI), dan Dr. Faisal Riza, Pengkaji Politik dan Aktivisme Islam dari UINSU. Kegiatan ini juga akan dibuka dan dilengkapi oleh pembicara kunci (keynote speaker) dari Rektor UINSU Prof. Dr. Nurhayati. Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan Danau Toba, tepatnya di Kota Parapat, Kabupaten Simalungun.
konferensi Internasional menjadi penting untuk dilaksanakan i karena, pada umumnya masyarakat Indonesia adalah pemeluk agama yang baik, namun dalam kestabilan tersebut menyimpan potensi-potensi konflik sentimen agama. Oleh sebabnya prodi-prodi sosiologi agama mecoba pada kegiatan tahunan ini membuka diskusi mengkobinasi antara perspektif sosiologi agama dan perspektif politik guna memperkaya wawasa ilmiah melihat fenomena ini. Tujuan kegiatan ini di lain sisi juga mengasah ketajaman citivitas akademik bagi dosen-dosen sosiologi agama, ke mahasiswa dan kemasyarakat luas.
Tahapan kegiatan konferensi Internasional Sosiologi Agama tahun 2023 yang di laksanakan di Parapat Sumatra Utara adalah hasil dari keputusan satu tahun yang lalu di kegiatan ASAGI lombok, yang mengamanatkan untuk tahun 2023 di adakan di Sumatra Utara. UIN Sumatra Utara selaku Tuan ruman pada tahun ini mencoba memaksimalkan agar kegiatan ini bejalan dengan lancar. Hal ini terlihat, tidak hanya kalangan dosen prodi Sosiologi Agama yang di libatkan saja, namun oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut melibatkan puluhan dosen yang berada dalam satu fakultas tersebut (RM/Ist)