SURVEY KEPUASAN LAYANAN AKADEMIK FIS

ANGKET KEPUASAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL UIN SUMATERA UTARA TERHADAP PELAYANAN AKADEMIK

PETUNJUK UMUM :
a. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
b. Saudara mendapatkan kepercayaan terpilih sebagai responden, dimohon untuk mengisi seluruh instrumen ini sesuai dengan pengalaman, pengetahuan, persepsi, dan keadaan sebenarnya
c. Partisipasi saudara untuk mengisi instrumen ini secara objektif sangat besar artinya bagi FIS guna mendapatkan masukan yang akurat dalam rangka perbaikan dan peningkatan pelayanan akademik kedepan
d. Jawaban saudara dijamin kerahasiaan dan tidak memiliki dampak negatif dalam rangka bentuk apapun.
e. Instrumentini terdiri dari seperangkat pertanyaan dan pernyataan untuk mengukur (1) tangibles  (2) assurance  (3) reliability (4) responsiveness (5) empathy
f. Pilihlah salah satu alternatif yang disediakan dengan cara meng-klik pada angka pilihan yang tersedia
g. Ada lima alternatif jawaban yang dapat saudara pilih, yaitu:
         1. Tidak Memuaskan
         2. Kurang memuaskan
         3. Cukup memuaskan
         4. Memuaskan
         5. Sangat memuaskan  

FAKULTAS ILMU SOSIAL ADAKAN PELATIHAN E-LEARNING

Fakultas Ilmu Sosial UIN SU Medan adakan penguatan implementasi Elearning bersama seluruh dosen di lingkungan Fakultas ilmu Sosial. Kegiatan tersebut tentunya menyahuti edaran Rector mengenai kewajiban pemberlakuan perkuliahan Elearning mulai semester Gasal T.A 2019/2020 di lingkungan UIN Sumatera Utara.   

Dra, Retno Sayekti, M.LIS sebagai Narasumber menjelaskan bahwa E-learning digunakan sebagai media pembelajaran untuk mendukung aktivitas perkuliahan lewat teknologi elektronik internet. Dalam kaitannya, maka seorang pendidik dan peserta didik dituntut untuk kreatif, inovatif, dan dapat melakukan proses pembelajaran di era digital sekarang ini.

Dalam kesempatan ini juga Prof. Dr. Ahmad Qorib, MA selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial menyampaikan dan menghimbau kepada seluruh dosen yang mengikuti pelatihan Elearning mengikuti dengan sungguh-sungguh kegiatan tersebut dan mampu mengimplementasikan dalam kegiatan perkuliahan. ( 

PRODI SA SILATURAHMI KE REKTOR UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Ketua Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut, Dr. Irwansyah, M.Ag bersama dosen Sosiologi Agama, Rholand Muary, M,Si berkesempatan bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Rektor UIN Alauddin Makassar , Prof. Drs. Hamdan Jauhannis, MA, PhD yang baru saja dilantik oleh Menteri Agama RI.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan tentang pendapatnya tentang riset yang sedang dilakukan oleh Ketua Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut dan juga berdiskusi tentang masa depan studi Sosiologi Agama di Indonesia. Rektor UIN Alauddin Makassar juga merupakan guru besar Sosiologi UIN Alauddin Makassar.

PRODI SOSIOLOGI AGAMA UIN SUMUT BERPARTISIPASI DI ASAGI KE II YOGYAKARTA

Program studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara ikut berpartisipasi dalam konferensi Sosiologi Agama yang tergabung dalam Asosiasi Sosiologi Agama (ASAGI) ke II yang diselenggarakan di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kaliaga Yogyakarta pada tanggal 26-28 Juli 2019.

Adapaun yang menjadi peserta dalam konferensi ini adalah ketua Program studi/jurusan Sosiologi Agama dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se Indonesia. Hadir dalam konferensi kali ini 14 dari 15 Prodi Sosiologi Agama Se Indonesia. Hadir dari Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut, Ketua Prodi, Dr. Irwansyah, M.Ag dan Sekretaris Prodi, Faisal Riza, MA.

Pada hari pertama diisi dengan workshop Konferensi diisi dengan acara Seminar Nasional yang diisi oleh Prof. Amin Abudulah sebagai pendiri sekaligus penasehat Prodi Sosiologi Agama tentang pengelolaan jurnal Sosiologi Agama : bagaimana menulis, mengedit dan mensubmit serta tips agar jurnal yang disubmit tersebut diterima dan diterbitkan oleh jurnal tujuan kita.

Pada hari kedua dilaksanakan seminar basional yang menghadirkan Prof. Amin Abdullah selaku pendiri Prodi Sosiologi Agama sekaligus penasehat ASAGI.  Dalam persentasinya yang berjudul “Indonesia Kini dalam Perspektif Sosiologi Agama: Membaca Peran Agama di Ruang Publik”, Amin mempertegas mengenai landasan moral yang harus menjadi perhatian utama bagi setiap prodi Sosiologi Agama agar lulusannya tidak hanya berbobot secara intelektual namun sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas.

Acara seminar sesi kedua membahas “Distingsi Keilmuan dan Riset Sosiologi Agama” dengan para pembicaranya,  Dr. Damami selaku kaprodi SA pertama di UIN Jogja dan Dr. Zuly Qodir Sosiolog Univ. Muhammadiyah Yogyakarta. Sesi ketiga di hari yang sama ditutup dengan bahasan mengenai “Standarisasi Riset dan Jurnal Sosiologi Agama” yang menghadirkan Prof. Al Makin dan Dr. Moh. Soehadha sebagai pembicara. Pada hari kedua malam, peserta menggelar pemilihan pengurus baru ASAGI.  Dr. Moh. Soehadha ditetapkan menjadi ketua ASAGI periode 2019-2021 menggantikan Dr. Masroer yang telah habis masa jabatannya.

Pada hari ketiga. para kajur/kaprodi menggelar FGD dengan tema; Sosiologi Agama di Indonesia; Karakteristik dan paradigm keilmuan Sosiologi Agama di lingkungan lingkungan PTKIN. Pada sesi penutup tersebut, setiap kajur/ka prodi mempresentasikan sejarah dan perkembangan, visi misi, kurikulum, tema penelitian dosen dan mahasiswa, model pengabdian masyarakat, serta tantangan yang dihadapi jurusan/prodinya kini dan akan datang.

Ka Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut, Dr. Irwansyah, M.Ag menyampaikan materinya tentang sejarah, perkembangan dan masa depan Sosiologi agama di Univ Islam Negeri Sumatera Utara.

Disela-sela kegiatan tersebut, para peserta konferensi juga menandatangani MoU dengan pihak ASAGI sekaligus mendapatkan akta notaris pendirian ASAGI. Acara ASAGI tahun depan rencananya akan dihelat di negeri Serambi Mekah Nangroe Aceh Darussalam.

MAHASISWA SOSIOLOGI AGAMA BERBAGI KEBERSAMAAN DI BULAN RAMADHAN

Sebanyak 32 mahasiswa prodi Sosiologi Agama semester 2 melakukan kegiatan berbagi Kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Adapun kegiatannya antara lain membagikan takjil, berbuka bersama dan sahur bersama yang dilakukan di Tanjung Morawa Deli Serdang, Rabu, 15 Mei 2019.

Kegiatan ini di awali dengan membagikan takjil yang dilakukan di sekitaran Tugu Bambu Runcing, Tanjung Morawa yang diberikan kepada tukang becak, pengendara yang melintas, dan orang-orang yang ada disekitar.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan berbuka bersama di rumah salah seorang mahasiswi Sosiologi Agama yang berada di Tanjung Morawa. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan salat tarawih bersama yang di imami oleh Kakek Darius dan dilanjutkan ceramah singkat dari sang Kakek.

Kegiatan ini ditutup dengan sahur bersama yang dilakukan pada pagi dini hari pukul 04.00 Kamis, 16 Mei 2019. Harapannya setelah ini mahasiswa Sosiologi Agama bisa lebih aktif untuk mengadakan kegiatan-kegiatan dan mendapat dukungan positif dari pihak Program Studi Sosiologi Agama. (Naya)

ROHAYA RAIH PENGHARGAAN EDITOR SEKRETARIS DAN PEMRED TERKOMUNIKATIF 2019

Rohaya yang merupakan mahasiswi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara mendapatkan penghargaan sebagai Editor, Sekretaris, dan Pimpinan Redaksi Terkomunikatif 2019 dari Penerbit Biru Magenta Media. Penghargaan dalam bentuk sertifikat ini ditanda tanganin oleh CEO Biru Magenta, Yuni Maulida ditandatangi di Lumajang pada tanggal 2 Maret 2019. Selamat Buat Rohaya dan terus kembangkan kreativitasnya..

PRODI SOSIOLOGI AGAMA GELAR SEMINAR NASIONAL “SEBUAH SIKAP PANGGILAN KAFIR” DALAM DEMOKRASI

Program studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut bekerja sama dengan Komite Nasional Lutheran World Federation (KN LWF) menggelar Seminar Nasional dengan tema: “Bhineka dalam Demokrasi- Sebuah Sikap Tentang Panggilan Kafir” yang diselenggarakan pada hari Senin,18 Maret 2019 di Aula Dakwah UIN Sumut.

Acara yang dihadiri lebih dari seratus mahasiswa UIN Sumut ini menghadirkan narasumber dari Jakarta antara lain Direktur Said Aqil Siradj (SAS) Institute (Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si) Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Jerry Sumampouw), Inisiator #RakyatAkalSehat (Abi Rekso Panggalih) dan juga sebagai tuan rumah Ketua Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut (Dr. Irwansyah, M,Ag) dan moderator Faisal Riza, MA.

Direktur SAS Institute, Dr. HM. Imdadun Rahmat mengatakan dalam materinya tentang Kebhinekaan dan Demokrasi : menjamin hal sipil politik kaum minoritas agama perspektif Islam, bahwa konsep perlindungan hak dasar dalam Islam mengacu pada konsepsi “kesetaraan” yang tertuang dalam Al Quran dan Hadist diantaranya “ayyuhannas ala inna robbakum wahid, wa inna abakum wahid, ala la fadzlun li arobiyyin ‘ala a’jamiyyin, wala li a’jamiyyin ala arobiyyin wala li akhmarin ‘ala aswadin, wala aswadin ‘ala akhmarin illa bit taqwa”, pada konsep perlindungan yakni “inna dimaakum wa amwalakum, waa’radlakum haromun alaikum”.

“ Maka dalam konteks warga negara, hak sipil dan politik Non-Muslim, diberikan perlindungan keselamatan, keamanan, hak milik, jaminan keadilan, kehormatan , non eksploitasi dan juga hak privasi, “ ujar Dr HM. Imdadun rahmat yang juga Wasekjen PBNU ini.

Maka dari itu, negara juga memberikan hak dan kebebasan beragama Non Muslim, tidak ada paksaan sama sekali. Kemudian pada konteks rekomendasi NU yang baru baru ini menjadi viral yaitu tidak menggunakan lagi istilah Kafir bagi non Muslim sesungguhnya dimaksudkan dalam konteks warga negera.

“NU tidak sedang membicarakan kafir sebagai status keimanan, tapi status kewarganegeraan, “ kata Mantan Ketua Komnas HAM RI ini.

Adapun argumen (hujjah) tersebut yakni kafir sebagai sebagai status dalam hukun fiqih Siyasah : untuk sebutan non Muslim di Indonesia tidak cocok dengan status kafir “dlimmi”, kafir “Mu’ahhad” , kafir “Musta’man”, apalagi kafir “harbi”. Selain itu pada argumen selanjutnya sebutan kafir juga juga dapat melukai perasaan orang hal ini dijelaskan oleh Syaikh Najmuddin Azzahidi dalam kitab “ Al- Qunyah” dan Imam Ibnu Abidin dalam kitab “Hasyiyah ar-Rod-Al-Mukhtar” yang mengatakan menyebutkan Kafir hukumnya haram dan sangsinya “takzir

Jerry Sumampouw dari Koordinator Komite Pemilih Indonesia mengatakan bahwa dalam demokrasi saat ini setidaknya ada tiga tantangan antara lain, politik uang (money politic), politik dinasti dan politik identitas yang kemudian dibungkus melalui media sosial yang didalmnya siapa saja dapat menyebarkannya, ada okum-oknum yang dengan sengaja menjadi provokator serta banyak yang termakan Hoaks dan fitnah belaka.

“ Pada keadaan ini, posisi pemilih kita dikelompokkan menjadi empat yakni dari tepi ke pusat, tidak ada yang mendampingi, terhegemoni, serta mudah digiring dengan isu agama, “ ujarnya.

Dirinya pun menilai saat ini demokrasi kita bisa jadi pada posisi demokrasi yang sifatnya prosedural belum kepada demokrasi yang subtansial seutuhnya, politik Indonesia belum ideologis masih tidak stabil.

Abi Rekso Panggalih dari #RakyatAkalSehat juga menyampaikan bahwa percakapan publik hari ini belum menunjukkan pikiran-pikiran yang sehat namun justru dihegemoni sekelompok orang yang memiliki kepentingan dengan atas nama “akal sehat”. Hal ini dibuktikan bahwa ada sebagai kelompok yang kerab menyuarakan “Akal Sehat” namun faktanya justru menyebar Hoaks, finah termasuk juga dalam menyebutan kelompok tertentu yang tidak etis misalnya menyebut “dungu”.

“Maka saya menginisasiasi bersama teman-teman untuk melakuakn gerakan pembersihan virus-virus yang merusak akal sehat masyarakat kita saat ini, “ ujar Abi.

Sementara itu, Ketua Prodi Sosiologi Agama FIS Uin Sumut, Dr. Irwansyah, M,Ag mengatakan  bahwa tema ini menjadi sangat menarik untuk didiskusikan apalagi sudah ada wacana tersebut yang dilakukan oleh NU. Maka dari itu dalam seminar ini dapat mencerahkan publik sekaligus pengembangan kajian Studi Prodi Sosiologi Agama FIS Uin Sumut.

Acara seminar nasional ini mendapatkan sambutan hangat dari sekretaris eksekutif KN LWF, Pdt Basa Hutabarat, M.Min dan dibuka oleh Dekan FIS UIN Sumut, Prof, Dr. H. Ahmad Qorib, MA. (RM)

MAHASISWA SA PEDULI KORBAN BANJIR ACEH TENGGARA

Mahasiswa Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial Uin Sumatera Utara yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Peduli Korban Bencana menggelar aksi galang dana untuk membantu korban-korban banjir di Aceh Tenggara.

Penggalangan dana ini merupakan sebagai wujud kepedulian mahasiswa Sosiologi Agama untuk meringankan beban-beban saudara saudara yang terkena banjir di Aceh tenggara pada tanggal 27 November 2018 yang lalu. Akibat dari banjir ini sedikitnya tiga rumah hanyut dan puluhan rumah rusah, termasuk ratusan warga harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Ketua Komunitas Mahasiswa Peduli Korban Bencana, Rizky mengatakan aksi galang dana ini dilakukan di 5 titik di Kota Medan dan Deli Serdang diantaranya di simpang kampus Unimed, simpang kampus USU, di simpang Juanda, di simpang Mesjid Raya, dan di Simpang benderan SIB Medan,

“ Dana yang berhasil kita kumpulkan sebesar 2 juta rupiah dan langsung kita serahkan ke pihak yang akan menyalurkannya langsung di sana, “ ujar Rizky.

PRODI SA DAN ASB MATANGKAN DESAIN PENELITIAN AGAMA-AGAMA LELUHUR DI SUMATERA UTARA

Dalam rangka kerja sama antara prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Aliansi Sumut Bersatu (ASB) mempersiapkan progam penelitian lapangan tentang agama-agama leluhur yang ada di Sumatera Utara di ruang rapat Prodi Sosiologi Agama, Jumat (8/2)

Hadir dalam proses diskusi tersebut dari ASB, Deputi Direktur ASB, Ferry Wira Padang dan pengurus ASB yang lain, sementara Prodi Sosiologi dihadiri oleh Ketua Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut, Dr. Irwansyah, M.Ag dan Sekretaris Prodi SA, Faisal Riza, MA, dosen SA Purjatian Azhar, M.Hum dan Rholand Muary, M.Si

Faisal Riza memaparkan konsep penelitian agama-agama leluhur ini diarahkan untuk mengidentifikasikan agama-agama leluhur yang masih belum banyak diketahui masyarakat Sumut, artinya perlu ada dokumentasi tentang keberadaan mereka dan juga akan melihat bagaimana eksistensi mereka didalam masyarakat. Penelitian ini juga akan nantinya melibatkan mmahasiswa baik dari mahasiswa Prodi SA sendiri maupun mahasiswa lain yang sudah mengikuti workshop penulisan ilmiah lintas iman yang tertarik dalam dunia riset sosial-keagamaan.

“Penelitian ini dibuat dalam rangka wujud kerja sama antara Prodi Sosiologi agama dengan ASB, kita akan matangkan konsepnya dan mudah-mudahan berjalan lancar, ” terang Dr. Irwansyah, M.Ag