Melalui Workshop, Sosiologi Agama Perkuat Visi Saintifik Keilmuan

Deli Serdang. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan menyusun visi keilmuan prodi dengan menggelar workshop melibatkan dosen, mahasiswa dan stakeholder. Adapun narasumber dalam kegiatan ini yaitu Ketua Asosiasi Program Studi Indonesia (APPSI), Dr Harmona Daulay, M.Si yang juga Wakil Dekan III FISIP Universitas Sumatera Utara dan Ketua Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI), Dr Sehat Ikhsan Sadiqin dari UIN Ar Raniry Banda Aceh. Acara diselenggarakan di aula Perpustakaan UIN Sumut, 11 November 2024.

Ketua Prodi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M,Si mengatakan bahwa kegiatan ini untuk menyusun visi keilmuan Sosiologi Agama, adapun yang menjadi output luaran kegiatan ini sebagai bahan dasar untuk merumuskan kembali kurikulum, serta menyusun peta jalan (road map) penelitian dan pengabdian masyarakat program studi Sosiologi Agama.

Selain itu Dekan FIS UIN Sumut, Dr Nursapia Harahap, MA yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr Retno Sayketi, M.Lis dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan dalam menyusun visi keilmuan Sosiologi Agama. dan diharapkan melalui workshop ini dapat menghasilkan kekhasan dan distingsi keilmuan Sosiologi Agama.

Sosiologi Agama harus mengambil peran yang penting dalam menyusun visi keilmuannya, apa yang menjadi kontribusi keilmuannya, tentu harus responsif terhadap perkembangan masyarakat, ada unsur integrasi antara visi keilmiahannnya dengan pengabdian masyarakatnya, ” ujar Dr Retno Sayekti, M.Lis

Ketua APPSI, Dr Harmona Daulay, M.Si mengatakan dalam merumuskan visi keilmuan Sosiologi Agama ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni perkembangan agama global, tantangan kehidupan beragama dan pentingnya memahami Sosiologis.

Maka dari itu penting untuk kolaborasi lintas disiplin ilmu, untuk memahami fenomena keagamaan secara holistik, dan mahasiswa dari prodi lain, seperti Teologi, Antropologi, dan Psikologi dan saling melengkapi satu dengan lainnya, ” ujar Dr Harmona Daulay.

Sementara itu, Ketua ASAGI, Dr Sehat Ihsan Sadiqin menjelaskan apa yang menjadi visi saintifik program studi Sosiologi Agama , yakni mengembangkan kajian sosial yang lebih responsif, membangun pengetahuan yang lebih kontributif,

Perlu dikembangkan kolaborasi antar disiplin ilmu, merancang kerja sama dengan studi lain seperti komunikasi, ilmu politik,psikologi, ekonomi dan lain lain, ” ujarnya

Dr Sehat Ihsan menambahkan, selain kolaborasi antar disiplin ilmu juga diperlukan pemanfaatan teknologi dalam riset dengan menggunakan big data dan analitik digital untuk memahami tren keberagamaan.

Acara workshop ini dipandu oleh Sekretaris Prodi Sosiologi Agama, Rholand Muary, M.Si dan dihadiri oleh dosen Sosiologi agama lainnya diantaranya Dr Irwansyah, M.Ag, Dr. Muhamamd Jailani, MA, Ahmed Fernanda Desky, M.Si, Ahmad Yasser Efendy, MA, stake holder dan mahasiswa lainnya. (RM)

Mahasiswa SA Ikuti Lokakarya Moderasi Beragama Lintas Iman

Prodi Sosiologi Agama UIN Sumatera Utara mengapresiasi kegitan lokakarya Moderasi Beragama Generasi Muda Lintas Imam yang diselenggarakan oleh Moderamen GBKP yang diselenggarakan pada tanggal 18-19 Oktober 2024 di wisma BKKBN Sumatera Utara. Bentuk dukungan ini dengan mengirimkan peserta dari unsur mahasiswa prodi Sosiologi Agama sebanyak delapan mahasiswa semester V yaitu Devin Shafiq Pramana, Rahmatun Bangun Situmorang, Faiz Afzah Ihsan, Irfan Arya Hasibuan, Mohammad Irfan Danu, Cindy Aulia, Fatrya Handewi, Lyra Ella Sephira

Salah seorang narasumber pada kegiatan ini, Pdr Dr Kalyinsius Jawak, M.Si menjelaskan konsep moderasi beragama dalam perspektif Kristen dan dosen Sosiologi Agama FIS UIN Sumut, Dr Faisal Riza berbicara tentang Moderasi Beragama dalam perspektif Islam, dan narasumber terakhir mewakili Kapolda Sumatera Utara yang berbicara tentang pencegahan dan tangkal paham radikalisme di Sumatera Utara.

Para peserta sangat atusias dengan adanya kegiatan ini yg berlangsung selama 2 hari 1 malam dan di tanggal 19 pada hari sabtu para peserta berangkat ke pesantren Al Hidayah untuk berkunjung yang dimana kita ketahui bahwasanya pesantren tersebut adalah pesantren yang didirikan oleh mantan narapidana aksi terorisme, jadi kunjungan kami ini bermaksud untuk mengetahui gimana kehidupan mantan narapidana aksi terorisme setelah bertaubat dan memilih jalan yang benar untuk keberlangsungan hidup mereka.

Adapun pembelajaran serta ilmu yang sangat berharga bagi kami sebagai Mahasiswa Sosiologi Agama dalam kegiatan tersebut salah satunya yakni pengetahuan tentang bagaimana cara bergama dengan baik dan benar di tengah semakin banyaknya keberagaman yang ada di Indonesia.