Yogyakarta — Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara turut berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Nasional (MUNAS) dan Kongres Sosiologi Agama Indonesia (KSA) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3–4 Agustus 2026. Kegiatan nasional ini mengusung tema “Agama di Era Disrupsi Digital: Transformasi Religiositas, Otoritas, dan Solidaritas Sosial di Indonesia.”
Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara diwakili oleh Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Neila Susanti, M.Si., dan Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama, Rholand Muary, M.Si. Kehadiran delegasi ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Sosiologi Agama UIN Sumatera Utara dalam memperkuat jejaring akademik, kelembagaan, serta pengembangan keilmuan Sosiologi Agama di tingkat nasional.




MUNAS ASAGI 2026 menjadi forum penting bagi seluruh anggota ASAGI untuk melakukan konsolidasi organisasi, mengevaluasi perjalanan kepengurusan sebelumnya, menyusun arah program kerja, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi pengembangan organisasi ke depan. Agenda MUNAS mencakup pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus, sidang komisi, pembahasan AD/ART, program kerja, rekomendasi organisasi, hingga pemilihan kepengurusan ASAGI periode berikutnya.
Dalam proses pemilihan Ketua Umum ASAGI periode 2026–2028, forum MUNAS menetapkan Dr. Adib Sofia, M.Hum. sebagai Ketua Umum ASAGI terpilih. Dr. Adib Sofia merupakan dosen Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang selama ini aktif dalam pengembangan kajian Sosiologi Agama dan penguatan jejaring akademik. Terpilihnya kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa ASAGI semakin berkembang sebagai organisasi akademik yang berperan dalam memperkuat kajian Sosiologi Agama di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, ASAGI menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dr. Sehat Ihsan Shadiqin, M.A., dosen Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry Banda Aceh, atas dedikasi dan pengabdian beliau selama menjabat sebagai Ketua Umum ASAGI periode 2024–2026. Kepemimpinan Dr. Sehat Ihsan Shadiqin telah memberikan kontribusi penting dalam memperkuat organisasi, membangun komunikasi antarprogram studi, serta mendorong pengembangan keilmuan Sosiologi Agama di Indonesia.
Selain agenda organisasi, Kongres Sosiologi Agama Indonesia menjadi ruang akademik bagi para perwakilan program studi dan akademisi dari berbagai daerah untuk mempresentasikan perkembangan serta kekhasan kajian Sosiologi Agama di wilayah masing-masing. Forum ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan dalam merumuskan agenda riset nasional dan peluang kerja sama akademik antarperguruan tinggi.
Melalui tema besar mengenai agama di era disrupsi digital, peserta Kongres mendiskusikan berbagai perubahan sosial-keagamaan yang terjadi dalam masyarakat, mulai dari transformasi pola keberagamaan, perubahan otoritas keagamaan, hingga perkembangan ruang digital sebagai arena baru interaksi sosial dan keagamaan. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan keilmuan Sosiologi Agama saat ini yang semakin membutuhkan pendekatan kritis dan kontekstual.
Ketua Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara, Neila Susanti, M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan dalam forum nasional ASAGI merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Program Studi Sosiologi Agama UIN Sumatera Utara dalam jejaring keilmuan nasional. Sementara itu, Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama, Rholand Muary, M.Si., menambahkan bahwa hasil MUNAS dan Kongres dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan kurikulum, penelitian, serta kerja sama akademik di tingkat program studi.
Kegiatan MUNAS dan Kongres ASAGI 2026 diharapkan mampu menghasilkan penguatan kelembagaan, agenda kerja sama riset, serta rekomendasi strategis bagi perkembangan Sosiologi Agama di Indonesia. Melalui forum ini, Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, memperluas jejaring akademik, dan memperkuat peran Sosiologi Agama dalam membaca dinamika sosial masyarakat Indonesia. RM
